Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif di Kota Mataram

  • Devi Rahmadhona Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Wahyu Sulistya Affarah Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Putu Aditya Wiguna Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Ni Made Reditya Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

Abstract

Latar Belakang: Tingkat pemberian ASI eksklusif di indonesia masih sangat rendah. Data dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB mengenai cakupan pemberian ASI eksklusif belum memuaskan. Rendahnya pemberian ASI merupakan ancaman bagi tumbuh kembang anak yang akan berpengaruh pada pertumbuhan dan pengembangan kualitas SDM. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Kota Mataram.


Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah desktiptif analitik dengan desain potong lintang menggunakan kuisioner selama bulan Agustus hingga September 2014 pada ibu dengan bayi berumur 6-12 bulan yang tidak memiliki kelainan kongenital atau penyakit kronis.


Hasil: Sebanyak 301 responden diwawancarai, sebanyak 198 orang (65,8%) memberikan ASI eksklusif. Faktor sosiodemografi yang memiliki hubungan bermakna dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif adalah pekerjaan ibu dengan tingkat korelasi sangat lemah (r=0,156,p=0,007). Faktor pra dan pasca natal yang memiliki hubungan bermakna dengan korelasi sangat kuat adalah pemberian MPASI (r=-0,844,p=0,000). Faktor psikososial yang memiliki hubungan bermakna dengan tingkat korelasi lebih tinggi dibanding faktor lainnya adalah keyakinan ibu untuk dapat menyusui (r=0,527,p=0,000) dan persepsi ibu terhadap kepuasan bayi saat menyusui (r=0,468,p=0,000).


Kesimpulan: Sebanyak 65,8% ibu di Kota Mataram berhasil memberikan ASI eksklusif. Faktor sosiodemografi, faktor psikososial, faktor pra dan pasca natal memiliki hubungan bermakna dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.

References

1. Roesli U. Mengenal ASI Ekslusif. 2005;.

2. Siswanto, Fadhilah E, Adelita, Sari R. Hubungan Inisiasi Menyusu Dini Dengan Pemberian ASI Ekslusif Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang. 2013;.

3. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2011. Jakarta : Kementrian Kesehatan RI. 2012;.

4. Keputusan Presiden Republik Indonesia. Pemberian Air Susu Ekslusif. PP No 33 tahun 2012. 2012;.

5. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar 2010. Jakarta : Kementrian Kesehatan RI. 2010;.

6. DikesNTB. Profil Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dinas Kesehatan Propinsi NTB. 2013;.

7. Pemerintah Daerah Kota Mataram. Mataram Dalam Angka. Pemerintah Daerah Kota Mataram. 2011;. 8. Putu Aditya Wiguna, Eka Arie Yuliyani, Wahyu Sulistya Affarah, Ni Made Reditya. Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja di Kota Mataram. Jurnal Kedokteran Unram. 2013;.

9. Suraatmaja S. Aspek Gizi Air Susu Ibu. Dalam: SI Petunjuk Untuk Tenaga Kesehatan. Jakarta: EGC. 2012;.

10. Kurniawan B. Determinan keberhasilan pemberian air susu ibu eksklusif. Jurnal Kedokteran Brawijaya. 2013;27(4):pp–236. Available from: http://www.jkb.ub.ac.id.

11. Nanda Restu Uswatul Hasanah, Purwani Tirahiningrum, Widya Rahmawati. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dan Dukungan Suami Terhadap Pemberian Asi Ekslusif pada Bayi Usia 6-12 Bulan Di Wilayah Mangaran Kabupaten Situbondo. 2013;Available from: http://www.old.fk.ub.ac.id.
Published
2017-06-28
Section
Research

Most read articles by the same author(s)