Efek Protektif Vitamin E pada Epitel Jejunum Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Timbal Asetat

  • Ida Lestari Harahap Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

Abstract

Latar Belakang: Usus terutama jejunum merupakan organ pertama yang mengalami dampak kerusakan akibat makanan yang terkontaminasi timbal. Dari hasil penelitian sebelumnya diketahui adanya perubahan secara mikroskopis berupa nekrosis epitel dan pemendekan vili jejunum mencit yang diberikan paparan timbal secara per oral. Vitamin E berpotensi melindungi membran lipid epitel usus terhadap stres oksidatif seperti paparan timbal. Untuk itu disusun penelitian ini dengan tujuan menganalisis perbedaan gambaran histopatologik vili jejunum tikus putih (Rattus norvegicus) pada pemberian timbal asetat secara oral yang diproteksi vitamin E.


Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancang randomized posttest-only control group. Tikus putih jantan dibagi ke 5 kelompok. Kelompok kontrol K(-) diberi akuades dan minyak kelapa. Kelompok kontrol K(+) diberi timbal asetat 75 mg. Kelompok perlakuan ada 3 yaitu P1 (timbal asetat + vitamin E 100IU), P2 (timbal asetat + vitamin E 200IU), dan P3 (timbal asetat + vitamin E 400IU). Dilakukan Uji One-way ANOVA dan LSD (Least Significant Difference) terhadap jumlah erosi epitel dan tinggi vili jejunum tikus putih.


Hasil: Hasil Uji One-way ANOVA dan LSD (Least Significant Difference) terhadap jumlah erosi epitel dan tinggi vili jejunum tikus putih menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dan perlakuan (p<0,05).


Kesimpulan: Vitamin E menurunkan jumlah erosi epitel vili dan mempertahankan tinggi vili jejunum pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi timbal asetat.

References

1. Chandra B. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2007.

2. Ardalina HW, Chahaya I. Analisa Kadar Timbal (Pb) pada Gorengan yang Disajikan Menggunakan Penutup dan Tidak Menggunakan Penutup pada
Kawasan Traffic Light Kota Medan Tahun 2012. Jurnal Universitas Sumatra Utara. 2013;2(3).

3. Susanna D, Hartono B. Pemantauan Kualitas Makanan Ketoprak dan Gado-Gado di Lingkungan Kampus UI Depok Melalui Pemeriksaan Bakteriologis. Makara Seri Kesehatan. 2003;7(1):21–29.

4. Agustina F, Pambayun R, Febry F. Higiene dan sanitasi pada pedagang makanan jajanan tradisional di lingkungan sekolah dasar di Kelurahan Demang Lebar Daun Palembang Tahun 2009. Jurnal Publikasi Ilmiah Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya. 2012;.

5. Hasibuan R. Analisa Kandungan Timbal (Pb) pada Minyak Sebelum dan Sesudah Penggorengan yang Digunakan Pedagang Gorengan Sekitar Kawasan
Traffic Light Kota Medan Tahun 2012. Universitas Sumatera Utara. Medan; 2012.

6. Sentra Informasi Keracunan Nasional: Keracunan Timbal. Badan Pengawas Obat dan Makanan; 2010. Available from: http://www2.pom.go.id.

7. Nugroho H. Pengaruh Pemberian Timbal Asetat Per oral Terhadap Gambaran Histologis Epitel Jejunum Mencit (Mus musculus). Program Pasca Sarjana
Universitas Airlangga. Surabaya; 2005.

8. Shirpoor A, Ansari MHK, Salami S, Pakdel FG, Rasmi Y. Effect of Vitamin E on Oxidative Stress Status in Small Intestine of Diabetic Rat. World J Gastroenterol. 2007;13(32):4340–44.

9. Beyer RE. The role of ascorbate in antioxidant protection of biomembranes: interaction with vitamin E and coenzyme Q. J Bioenerg Biomembr. 1994;26:349–358.

10. Ernster L, Dallner G. Biochemical, Physiological and Medical Aspects of Ubiquinone Function. Biochim Biophys Acta. 1995;1271:195–204.

11. Shi H, Noguchi N, Niki E. Comparative Study on Dynamics of Antioxidative Action of Alphatocopheryl Hydroquinone, Ubiquinol, and Alphatocopherol Against Lipid Peroxidation. Free Radic Biol Med. 1999;27:334–346.

12. Tomczok J, Grzybek H, Sliwa W, Panz B. Ultrastructural Aspect The Small Intestinal Lead Toxicology: Surface Ultrastructure of The Small Intestine Mucosa in Rats with Lead Acetate Poisoning. Department of Electron Microscopy, Silesian Academy of Medicine, Katowice, Poland. 1988;35(1):49–55.

13. Kussell M, O’Cheskey S, Gerschenson LE. Cellular an Molecular Toxicology of Lead : Effect of Lead on Culturerd Cell Proliferation. J Toxicol Environ
Health. 1978;4(4):501–13.

14. Gunawan. Farmakologi dan Terapi. 5th ed. Jakarta: Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2009.

15. Singh K, Malviya A, Bhori M, Marar T. An in vitro study of the ameliorative role of alpha-tocopherol on methotrexate-induced oxidative stress in rat heart mitochondria. J Basic Clin Physiol Pharmacol. 2012;23(4):163–8.

16. Kumar V, Abbas AK, Fausto N. Robbins and Cotran Dasar Patologis Penyakit. 7th ed. Jakarta: EGC; 2005.

17. Widowati W, Sastiono A, Jusuf R. Efek Toksik Logam, Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran. Yogyakarta: CV. Andi Offset; 2008.

18. Muqsith A. Pengaruh Pemberian Xanthone terhadap Gambaran Histopatologi Sel Tubulus Ginjal Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Karbon Tetraklorida (CCl4). Program Pascasarjana Universitas Airlangga. Surabaya; 2013.

19. Edyson. Pengaruh Pemberian Kombinasi Vitamin C dan Vitamin E Terhadap Aktivitas Superoksida Dismutase (SOD) dan Kadar Malondialdehida (MDA)
pada Eritrosit Rattus norvegicus Galur Wistar Yang Diinduksi L-tiroksin. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Surabaya; 2002.
Published
2017-09-29
Section
Research