Ameloblastoma

  • Triana Dyah Cahyawati Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

Abstract

Ameloblastoma merupakan suatu neoplasma epitelial jinak dan berkisar 10% dari keseluruhan tumor odontogenik. Ameloblastoma ditandai dengan pola pertumbuhan yang lambat dan dapat tumbuh menjadi ukuran yang sangat besar dan menyebabkan deformitas fasial yang berat. Tumor ini paling sering terjadi pada usia dekade ketiga dan keempat, dan paling sering terjadi di mandibula posterior, terutama pada regio gigi molar ketiga, serta berhubungan dengan kista folikular atau gigi yang impacted.


Ameloblastoma dapat dibagi menjadi 3 kelompok secara klinis dan radiologis, yaitu : solid atau multikistik, unikistik dan periferal, dengan tipe solid merupakan jenis yang terbanyak (86%). Pemeriksaan radiologi yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis ameloblastoma yaitu foto polos, CT scan dan MRI. Gambaran radiograï¬ ameloblastoma dapat bervariasi. Sebagian menampakkan gambaran lesi lusen batas tegas, unilokular, well-corticated, yang sering berhubungan dengan corona gigi impacted atau tidak erupsi, sehingga tidak bisa dibedakan dengan keratosis odontogenik dan kista dentigerus pada radiograï¬. Sebagian ameloblastoma yang lain multilokular dengan septa internal dan honey comb
atau soap bubbles appearance yang seringkali serupa dengan keratosis odontogenik yang besar.1,2,3 Meskipun demikian, hanya temuan histopatologis yang dapat membantu menentukan keganasan tumor dan adanya perubahan karsinomatosa.

References

1. Scholl RJ, Kellett HM, Neumann DP, Lurie AG. Cysts and cystic lesions of the mandible: clinical and radiologic-histopathologic review. Radiographics.
1999;19(5):1107–1124.

2. Dunfee BL, Sakai O, Pistey R, Gohel A. Radiologic and pathologic characteristics of benign and malignant lesions of the mandible. Radiographics.
2006;26(6):1751–1768.

3. Chung W, Cox D, Ochs M. Odontogenic cysts, tumors, and related jaw lesions. Head and neck surgery—otolaryngology, 4th edn Lippincott Williams
& Wilkins Inc, Philadelphia. 2006;p. 1570–1584.

4. Gumgum S, Hosgoren B. Clinical and radiologic behaviour of ameloblastoma in 4 cases. Journal Canadian Dental Association. 2005;71(7):481.

5. Schafer DR, Thompson LD, Smith BC, Wenig BM. Primary ameloblastoma of the sinonasal tract. Cancer. 1998;82(4):667–674.

6. Angadi PV. Head and neck: odontogenic tumor: ameloblastoma. 2011;Available from: http://AtlasGeneticsOncology.org/Tumors/AmeloblastomID5945.html.

7. Laboratorium a. Diktat Leher Kepala. Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada;.

8. Navarro CM, Principi S, Massucato EMS, Sposto M. Maxillary unicystic ameloblastoma. Dentomaxillofacial Radiology. 2004;33(1):60–62.

9. Bachmann AM, Linfesty RL. Ameloblastoma, solid/multicystic type. Head and neck pathology. 2009;3(4):307.

10. Medeiros M, Porto GG, Laureano Filho JR, Portela L, Vasconcellos RH. Ameloblastoma in the mandible. Revista Brasileira de Otorrinolaringologia.
2008;74(3):478–478.

11. Pitak-Arnnop P, Chaine A, Dhanuthai K, Bertrand JC, Bertolus C. Unicystic ameloblastoma of the maxillary sinus: Pitfalls of diagnosis and management.
Hippokratia. 2010;14(3):217.

12. Ogunsalu C, Scipio E, Williams N. Review of six cases of maxillary ameloblastoma from the west indies re-entry cryosurgery as prophylactic surgical
intervention. West Indian Medical Journal. 2009;58(4):398–403.

13. Kim SG, Jang HS. Ameloblastoma: a clinical, radiographic, and histopathologic analysis of 71 cases. Oral Surgery, Oral Medicine, Oral Pathology, Oral Radiology, and Endodontology. 2001;91(6):649–653.

14. Shafer W, Hine M, Levy B. A Textbook of Oral Pathology. ed 3, WB Saunders Co. Philadelphia ELondon ETronto. 1970;p. 251–257.

15. DM L. Oral and maxillofacial surgery, 2th. CV Mosby Co, St louis. 1989;p. 627–636.

16. JA R, J S. Oral pathology, 2nd ed. WB Saunders CoPhiladelpia London Toronto. 1993;p. 362–396.

17. Curi MM, Dib LL, Pinto DS. Management of solid ameloblastoma of the jaws with liquid nitrogen spray cryosurgery. Oral Surgery, Oral Medicine,
Oral Pathology, Oral Radiology, and Endodontology. 1997;84(4):339–344.

18. S R. Penanganan ameloblastoma mandibula. Warta IKABI. 1997;10:237–243.

19. Kawamura M. Dredging method; a new approach for the treatment of ameloblastoma. Asian J Oral Maxillofac Surg. 1991;3:81–88.

20. Han MH, Chang KH, Lee CH, Na DG, Yeon KM, Han MC. Cystic expansile masses of the maxilla: differential diagnosis with CT and MR. American
journal of neuroradiology. 1995;16(2):333–338.

21. Eversole LR. Clinical outline of oral pathology: diagnosis and treatment. 3rd ed. BC Decker inc.; 2002.
Published
2018-03-28
Section
Literature Review