Prevalensi Malnutrisi Berdasarkan Indeks Antropometri Tunggal dan Komposit pada Anak Usia Sekolah di SDN Cibodas

  • Iman Surya Pratama Magister Farmasi Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung

Abstract

Latar Belakang: Antropometri merupakan metode pengukuran malnutrisi yang rentan terjadi pada anak usia sekolah. Indeks antropometri yang tidak seragam menyebabkan perbedaan angka prevalensi malnutrisi. Tujuan. Membandingkan prevalensi malnutrisi berdasarkan indeks tunggal dan komposit pada anak usia sekolah di SDN Cibodas.

Metode: Penelitian observasional belah lintang dilakukan pada bulan November 2013 melalui analisis data hasil pengukuran antropometrik via perangkat lunak WHO AnthroPlus versi 1.04.

Hasil: Prevalensi malnutrisi berdasar indeks tunggal TB/U, BB/U, dan IMT berturut-turut sebesar 29,7; 10,8; dan 8,1%. Indeks komposit -CIAF dan WHO,1983 menunjukkan angka prevalensi berturut-turut sebesar 27,0 dan 35,1%. Indeks stunting, wasting, dan underweight berturut-turut sebesar 0,75; 0,1; dan 0,05.

Kesimpulan: Prevalensi malnutrisi dengan menggunakan indeks komposit-WHO,1983 lebih besar dibandingkan dengan menggunakan indeks komposit-CIAF dan indeks tunggal. Angka prevalensi obesitas dapat terdeteksi menggunakan kedua indeks selain indeks komposit-CIAF. Angka prevalensi kombinasi indeks BB/U dan TB/U hanya dapat terdeteksi oleh indeks komposit -WHO,1983.

References

1. DepartemenKesehatanRepublikIndonesia.Petunjuk Teknis Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah Lanjutan; 2008. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

2. World Health Organization. Measuring Change in Nutritional Status: Guidelines for Assesing the Nutritional Impact of Supplementary Feeding Programmes for Vulnerable Groups. World Health Organization; 1983.

3. Nandy P Shailen; Svedberg. Handbook of Anthropometry. In: The Composite Index of Anthropometric Failure (CIAF): an alternative indicator for malnutrition in young children. Springer, New York, NY,; 2012. p. 127–13.

4. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pedoman Pelayanan MedisIkatanDokterAnakIndonesia. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2009;.

5. KementerianKesehatanRepublikIndonesia. Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Jakarta: Departemen Bina Gizi. 2010;.

6. Sicotte,MandLedoux,MandZunzunegui,MVand Aboubacrine, S A and Nguyen,V K . Reliability of anthropometric measures in a longitudinal cohort of patientsinitiatingARTinWestAfrica. BMCmedical research methodology. 2010;10(1):102.

7. Bose,KandMandal,GC. ProposedNewAnthropometric Indices of Childhood Undernutrition. Malays J Nutr. 2010;16(1):131–136.

8. World Health Organization. Physical Status: The Use and Interpretation of Anthropometry. World Health Organization; 1995.

9. Sudiman H. Stunting atau pendek: Awal Perubahan Patologis atau Adaptasi karena Perubahan Sosial Ekonomi yang Berkepanjangan? Med Litbang Kes. 2008;18(1):34–43.
Published
2018-06-28
Section
Research