Faktor-Faktor Prognostik Terjadinya Stroke Associated Infection (SAI) Pada Penderita Stroke Iskemik Akut

  • Ilsa Hunaifi Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Rina Lestari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • I Gede Yasa Asmara Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Yusra Pintaningrum Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

Abstract

Latar Belakang: Selama perawatan penderita stroke, sering terjadi infeksi sehingga meningkatkan morbiditas penderita stroke iskemik akut (Stroke Associated Infection, SAI). Identiï¬kasi awal terjadinya SAI sangatlah penting. Banyaknya faktor prognostik terjadinya SAI dan belum adanya model yang dapat memprediksi terjadinya SAI sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor prognosis terjadinya SAI pada penderita stroke iskemik akut.

Metode: Penelitian dilakukan dengan rancangan kohort retrospektif pada penderita stroke iskemik akut di RSU Kota Mataram. Dilakukan pengumpulan data sekunder meliputi usia, jenis kelamin, derajat keparahan klinis, diabetes mellitus, gambaran foto toraks, ada tidaknya disfagia, ï¬brilasi atrial, gagal jantung kongestif, jumlah lekosit dan lokasi infark. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji statistik regresi logistik.

Hasil: Didapatkan 125 subyek penelitian. Rerata usia 60,37 tahun, 81 orang (64,8%) laki-laki dan 44 orang (35,2 %) perempuan, 80 (64%) dengan derajat keparahan sedang, 48 (38,4%) penderita DM, Rerata jumlah lekosit 11.015,36, 60 (48%) terdapat disfagia, lokasi infark terbanyak di korona radiata (22,4%), 64,8% dengan gambaran foto toraks normal, 6 (4,8%) menderita ï¬brilasi atrial dan 35 (28%) menderita gagal jantung kongestif. Didapatkan hubungan usia, disfagia, lokasi stroke, kelainan foto toraks dengan terjadinya SAI. Analisis multivariat menunjukkan faktor prognostik terjadinya SAI adalah abnormalitas foto toraks, jenis kelamin, disfagia, dan gagal jantung kongestif. Didapatkan rumus untuk mempredikasi terjadinya SAI dan probabilitas SAI sebesar 16,6%

Kesimpulan: Usia, derajat keparahan klinis, disfagia, lokasi stroke, abnormalitas foto toraks dan gagal jantung kongestif berhubungan dengan terjadinya SAI. Faktor prognostik terjadinya SAI adalah jenis kelamin, ada disfagia, abnormalitas foto toraks dan gagal jantung kongestif.

References

1. Go A, Mozaffarian D, Roger V, Benjamin E, Berry J, Borden W, et al. Heart disease and stroke statistics. update: a report from the American Heart Association Circulation. 2013;127(1):e6–e245.

2. Depkes RI. Menkes Lakukan Soft Opening Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2013;Available from: www.depkes.go.id.

3. ChamorroA,AmaroS,VargasM,ObachV,Cervera A, Gomez-Choco M, et al. Catecholamines, infection, and death in acute ischemic stroke. Journal of the neurological sciences. 2007;252(1):29–35.

4. PriceC. Stroke-AssociatedInfectionandtheStrokeInduced Immunodepression Syndrome. ACNR. 2008;.

5. Meisel C, Schwab JM, Prass K, Meisel A, Dirnagl U. Central nervous system injury-induced immune deficiency syndrome. Nature Reviews Neuroscience. 2005;6(10):775–786.

6. Friedant AJ, Gouse BM, Boehme AK, Siegler JE, Albright KC, Monlezun DJ, et al. A simple prediction score for developing a hospital-acquired infection after acute ischemic stroke. Journal of Stroke and Cerebrovascular Diseases. 2015;24(3):680– 686.

7. Goldstein LB, Bushnell CD, Adams RJ, Appel LJ, Braun LT, Chaturvedi S, et al. Guidelines for the primary prevention of stroke a guideline for healthcare professionals from the American Heart Association/American Stroke Association. Stroke. 2011;42(2):517–584.

8. Suryadipraja. Peran inflamasi pada patogenesis aterosklerosis, dalam naskah lengkap pertemuan ilmiah tahunan Ilmu Penyakit Dalam. Bagian Ilmu Penyakit Dalam. 2001;p. 2–8.

9. Palomeras Soler E, Casado Ruiz V. Epidemiology and risk factors of cerebral ischemia and ischemic heart diseases: similarities and differences. Current cardiology reviews. 2010;6(3):138–149.

10. Depkes RI. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2013;p. 91–94.

11. Park SJ, Do Shin S, Ro YS, Song KJ, Oh J. Gender differences in emergency stroke care and hospital outcome in acute ischemic stroke: a multicenter observational study. The American journal of emergency medicine. 2013;31(1):178–184.

12. Kisialiou A, Grella R, Carrizzo A, Pelone G, Bartolo M, Zucchella C, et al. Risk factors and acute ischemic stroke subtypes. Journal of the neurological sciences. 2014;339(1):41–46.

13. Petrea RE, Beiser AS, Seshadri S, Kelly-Hayes M, Kase CS, Wolf PA. Gender differences in stroke incidence and poststroke disability in the Framingham heart study. Stroke. 2009;40(4):1032–1037.

14. Sandra M, Rundek T, Demarin V. Gender differences in stroke. Periodicum biologorum. 2012;114(3):267–268.

15. Wang Z, Li J, Wang C, Yao X, Zhao X, Wang Y, et al. Gender differences in 1-year clinical characteristics and outcomes after stroke: results from the China National Stroke Registry. PLoS One. 2013;8(2):e56459.

16. Amelia K Boehme MJLMAGJESKCATMBSMS Andre D Kumar. Persisten Leukcytosis-Is this a Persisten Problem for patient with acute ischemeic stroke. Journal of Stroke and Cerebrovascular diseases. 2014;.

17. Bruno A, Liebeskind D, Hao Q, Raychev R, Investigators US, et al. Diabetes mellitus, acute hyperglycemia, and ischemic stroke. Current treatment options in neurology. 2010;12(6):492–503.

18. YousefHannawiJISEMBBasharHannawiChethan PVenkatasubbaRao. StrokeAssociatedpneumonia, mayor advance nsd ostaces. Cerebrovasc. 2013;p. 430–443.

19. Wilson RD. Mortality and cost of pneumonia after stroke for different risk groups. Journal of Stroke and Cerebrovascular Diseases. 2012;21(1):61–67.
Published
2016-06-28
Section
Research