Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Angka Kejadian Kecacingan pada Murid Sekolah Dasar

  • Dede Taruna Kreisnna Murti Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Rika Hastuti Setyorini Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Eva Triani Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

Abstract

Latar belakang: Infeksi kecacingan merupakan penyakit yang paling sering diderita anak sekolah dasar. Dampak infeksi kecacingan ini adalah menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi anak. Tingkat pengetahuan ibu yang rendah merupakan penyebab utama tingginya angka infeksi kecacingan melalui pola asuh hidup bersih dan sehat yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang kecacingan (infeksi Soil Transmitted Helminths) dengan angka kejadian infeksi Soil Transmitted Helminths pada murid SD Negeri 3 Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah 165 murid kelas II VI SD Negeri 3 Bajur Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat tahun ajaran 2014-2015. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dan pemeriksaan mikroskopik feses. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji hipotesis chi-square.
Hasil: Angka kejadian kecacingan pada murid SD Negeri 3 Bajur mencapai 24,2%. Tingkat pengetahuan responden (ibu) tentang kecacingan terbagi menjadi baik (B) 16,4%, cukup baik (CB) 60,6%, dan kurang (K) 23%.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu tentang kecacingan (infeksi Soil Transmitted Helminths) dengan angka kejadian infeksi Soil Transmitted Helminths pada murid SD Negeri 3 Bajur Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat (p=0,000; p¡ 0,05).

References

1. Depkes R. Program Nasional Pemberantasan Cacingan di Era Desentralisasi. Jakarta: Subdit Diare dan Penyakit Pencernaan. 2004;.

2. Luthviatin N, Rokhmah D, Andrianto S. Determinan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Siswa Sekolah Dasar (Studi Di Sekolah Dasar Desa Rambipuji). In: Jurnal disajikan dalam Seminar Nasional Jaminan Persalinan, Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UNEJ, Jember. vol. 26; 2011.

3. Gandahusada S, Ilahude H, Pribadi W. Parasitologi Kedokteran, Ed Ke-3. Jakarta: FKUI. 2004;p. 221–4.

4. ATN T. Hubungan kandungan cacing tanah dengan kejadian kecacingan. 2012;Available from: http://andihartinapattolanurudiamakkulau.blogspot.co.id/2012/07/i-pendahuluan.html.

5. WHO. Soil Transmitted Helminths. World Health Organization. 2011;5(3):e948.

6. Kepmenkes R. Nomor 424/Menkes. SK/VI/2006. Pedoman Pengendalian Cacingan. Depkes RI. Jakarta;.

7. Limbanadi EM PM Rattu JAM. Hubungan antara status ekonomi, tingkat pendidikan, dan pengetahuan ibu tentang penyaki kecacingan dengan infeksi cacing pada siswa kelas IV, V, dan VI di SD Negeri 47 Kota Manado. fkmunsrat. 2013;Available from: http://fkm.unsrat.ac.id/wp-content/uploads/2013/08/Jurnal-Eka-M. Limbanadi-091511075_kesling.pdf.

8. Pengendalian IKKDJ, et al. Pedoman pengendalian kecacingan-[BUKU]. 2012;.

9. Kailani N. Analisis hubungan sanitasi rumah dengan penyakit kecacingan pada anak Sekolah Dasar di Tempat Pembuangan Akhir sampah. Program Pasca Sarjana Kesehatan Masyarakat STIK Bina Husada. 2010;.

10. Sitorus R. Hubungan antara pengetahuan dan personal hygiene dengan angka kejadian kecacingan usus pada pemulung anak-anak usia Sekolah Dasar di TPA Sukawinatan Palembang. Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. 2008;.

11. Sudomo M. Penyakit Parasitik yang Kurang Diperhatikan di Indonesia. Orasi Pengukuhan Profesor Riset Bidang Entomologi dan Moluska, Jakarta. 2008;.

12. Sumanto D. Faktor Risiko Infeksi Cacing Tambang Pada Anak Sekolah. Studi kasus kontrol di Desa Rejosari, Karangawen, Demak. Tesis. Universitas Diponegoro; 2010. Available from: http://eprints.undip.ac.id/23985/.

13. Dikes N. Profil Dinas Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012. Mataram-NTB; 2012.

14. Suhartono S. Filsafat ilmu pengetahuan. 2005;.

15. Notoatmodjo S. Ilmu kesehatan masyarakat: Prinsip-prinsip dasar. Rineka Cipta; 2003.
Published
2016-06-28
Section
Research