Faktor – faktor yang mempengaruhi Tingkat Pemahaman Informasi Medis pada Pasien Poli THT di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB

  • Hartini Ahadiyatur Ru’yi Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Hamsu Kadriyan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Muthia Cenderadewi Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

Abstract

Latar belakang : Komunikasi adalah salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh dokter. Diketahui bahwa dengan teknik pengumpulan informasi yang baik akan menyebabkan pasien mendapatkan pelayanan yang dapat memuaskan dirinya. Pemahaman informasi medis yang diterima pasien sering kali berbeda dengan yang disampaikan oleh dokter. Oleh sebab itu penelitian ini mencoba mencari faktor apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat pemahaman medis oleh pasien poli THT di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB.

Metodologi Penelitian : Sebanyak 52 pasien rawat jalan yang datang ke poli THT di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dipilih berdasarkan teknik consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa statistik menggunakan analisa deskriptif, analisa bivariat menggunakan metode chi square, dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik untuk menguji kekuatan masing-masing faktor resiko.

Hasil : Didapatkan sebanyak 35 orang (67,3%) pasien rawat jalan di poli di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB memiliki tingkat pemahaman baik dan 17 orang (32,7%) memiliki tingkat pemahaman kurang baik. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi tingkat pemahaman informasi medis (p<0,05) yaitu faktor dokter dan lingkungan.

Kesimpulan : Faktor dokter dan lingkungan didapatkan mempengaruhi tingkat pemahaman informasi medis.

References

1. Astuti EK. 2003. Hubungan Hukum Antara Dokter Dan Pasien Dalam Upaya Pelayanan Medis. Available at http://ejournal.umm.ac.id/index.php/legality/article/view/292/304. (Accessed March 26, 2015)

2. Mulyohadi AM, Poernomo SS, Zahir H, et al. 2006. Komunikasi Efektif Dokter Pasien. Konsil Kedokteran Indonesia. Jakarta

3. Fong Ha J, Anat DS, Longncker N. 2010. Doctor-Patient Communication: A Review. The Ochsner Journal. 10(1): 38-43

4. Putra AA, Syamsun A, Josafat A. 2011. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pemahaman Informasi Medis pada Pasien di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Mataram

5. Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes). 2008. Persetujuan Tindakan Kedokteran. Peraturan Menteri Kesehatan RI No 290 tahun 2008. Jakarta

6. Zulkarnain DA, Syamsun A, Hidayat M. 2012. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pemahaman Informasi Medis pada Pasien di Rumah Sakit Umum Gerung. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Mataram

7. Qorni U, Syamsun A, Rahman H. 2013. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pemahaman Informasi Medis pada Pasien di Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Mataram

8. Ismawati W. 2009. Kepuasan Pasien Ditinjau dari Orientasi Komunikasi Dokter. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.

9. Munaryo, Mawarni A, Ratna L. 2008. Analisis Pengaruh Persepsi Mutu Pelayanan Rawat Inap Terhadap Minat Pemanfaatan Ulang di RSUD Kab. Brebes Tahun 2008. Thesis. Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. Semarang

10. Griffin J. 2003. Customer Loyalty: Menumbuhkan dan Mempertahankan Kesetiaan Pelanggan. Jakarta: Erlangga; 130

11. Mukti AG. 2007. Strategi Terkini Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan. Yogyakarta: PT. Karya Husada Mukti
Published
2017-08-30
Section
Research