Faktor-faktor yang mempengaruhi Tingkat Pemahaman Informasi Medis pada Pasien Poli THT Di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram

  • Maya Farahiya Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Hamsu Kadriyan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Muthia Cenderadewi Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

Abstract

Latar belakang : Salah satu kompetensi yang harus dikuasai dokter adalah komunikasi dokter-pasien dalam profesi kedokteran. Pasien yang mendapatkan informasi medis yang lengkap dapat menentukan keberhasilan dalam membantu penyelesaian masalah kesehatan pasien. Namun, pemahaman informasi medis yang diterima pasien seringkali berbeda sehingga pasien merasa tidak mendapatkan pelayanan yang memuaskan. Oleh sebab itu, penelitian ini mencoba mencari faktor apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat pemahaman medis oleh pasien poli THT di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram.

Metode : Sebanyak 50 pasien rawat jalan yang datang ke poli THT di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dipilih berdasarkan teknik consecutive sampling menjadi sampel dalam penelitian ini. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa statistik menggunakan analisa deskriptif, analisa bivariat menggunakan metode chi square, dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik untuk menguji kekuatan masing-masing faktor resiko.

Hasil : Persentase pasien dengan tingkat pemahaman baik adalah 58% (29 orang) dan persentase pasien dengan tingkat pemahaman kurang baik adalah 42% (21 orang). Penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu faktor yang mempengaruhi tingkat pemahaman informasi medis (p<0,05).        

Kesimpulan : Faktor pasien didapatkan mempengaruhi tingkat pemahaman pasien terhadap informasi medis.   

References

1. Herkutanto, Basuki E, Jauzi S, et al. 2011. Pengetahuan dan Keterampilan Komunikasi Dokter Pasien dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Journal Indonesian Medical Association. 61(5): 195-200.

2. Konsil Kedokteran Indonesia. 2006. Standar kompetensi dokter gigi. ed 3. Jakarta Selatan: Konsil Kedokteran Indonesia.

3. Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes). 2008. Persetujuan Tindakan Kedokteran. Peraturan Menteri Kesehatan RI No 29 tahun 2008. Jakarta.

4. Fong Ha J, Anat DS, Longncker N. 2010. Doctor-Patient Communication: A Review. The Ochsner Journal. 10(1): 38-43.

5. Zulkarnain, D.A., Syamsun, A., Hidayat, M. 2012. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pemahaman Informasi Medis Pada Pasien Di Rumah Sakit Umum Gerung. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Mataram.

6. Donggori, R.I. 2012. Hubungan Akses Media Massa Dengan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja di SMK Kristen Gergaji, Semarang. Available at: http://core.ac.uk/download/pdf/11736043.pdf [accessed October 31, 2015].

7. Windasari, N.N. 2014. Pendidikan Kesehatan Dalam Meningkatkan Kepatuhan Merawat Kaki Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II. Available at: http://thesis.umy.ac.id/datapublik/t30374.pdf [accessed 25 April 2015].

8. Ulandari, S.T. 2014. Pengaruh Pekerjaan dan Pendidikan Terhadap Terjadinya Katarak pada Pasien yang Berobat di Balai Kesehatan Mata Masyarakat Nusa Tenggara Barat. Available at: http://www.pps.unud.ac.id/thesis/pdf_thesis/unud-1070-697482586-tesis.pdf [accessed April 25, 2015].
Published
2017-08-30
Section
Research