Perbedaan Total Lesi Wajah Sebelum dan Sesudah Aplikasi Sabun Wajah yang mengandung Chlorhexidine Digluconate 0,1% terhadap Akne Vulgaris Derajat Ringan-Sedang

  • Pitaloka Yuniartiningtyas Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Dedianto Hidajat Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Ida Ayu Eka Widiastuti Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

Abstract

Latar Belakang: Akne vulgaris merupakan self-limited disease dengan mikroorganisme komensal seperti P.acne pada permukaan kulit dan duktus yang terjadi terutama pada remaja.  Membersihkan wajah dengan sabun lembut dan mengandung antibakteri merupakan salah satu standar terapi akne vulgaris derajat ringan hingga sedang yang efektif serta berhubungan dengan jumlah total lesi akne vulgaris.

 Tujuan: Mengetahui perbedaan total lesi akne derajat ringan-sedang pada wajah sebelum dan sesudah penggunaan sabun pencuci wajah yang mengandung chlorhexidine digluconate 0,1%.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain uji klinik acak buta ganda. Metode sampling yang digunakan  adalah purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 59 responden yang berasal dari Siswa Pondok Pesantren Al-Aziziyah Gunung Sari, Lombok Barat. Sampel terbagi menjadi kelompok kontrol yang menggunakan sabun plasebo dan kelompok perlakuan yang menggunakan sabun  masing-masing selama 14 hari.

Hasil: Pada penelitian menunjukan perbedaan bermakna sebelum dan sesudah pemakaian sabun plasebo dan sabun Topicare®, dengan p=0,000 (p<0,05) pada masing-masing kelompok. Persentase penurunan lesi sebesar  35,75% pada kelompok  dan 38,98% pada kelompok plasebo. Terdapat perbedaan yang bermakna antara jumlah total lesi akne vulgaris pada kelompok yang mencuci wajah dengan sabun Topicare® dengan kelompok yang mencuci wajah dengan sabun plasebo, p=0,001 (p<0,05) (p=0,001; CI 95%).

Kesimpulan: Persentase penurunan jumlah total lesi akne pada kelompok plasebo lebih besar dibandingkan dengan kelompok  Topicare®. Sabun plasebo lebih efektif dibandingkan sabun Topicare®.

References

Wasitaatmadja, S. Akne Vulgaris. Dalam: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2013.

Adityan, B. dkk., Scoring Systems in Acne Vulgaris. Indian J Dermatol Venereol Leprol,75: 323-325, Available at: http://www.bioline.org.br/pdf?dv09103. 2009.

Tjekyan, S. Kejadian dan Faktor Risiko Akne Vulgaris. Media Medika Indonesiana Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, 43: 37-43, Available at: http://eprints.unsri.ac.id/1409/1/MEDIA_MEDIKA_INDONESIA.pdf. 2008.

Yentzer, B. dkk., Acne Vulgaris in the United States: A Descriptive Epidemiology. 86: 94-99, Available at: http://www.cutis.com/fileadmin/qhi_archive/ArticlePDF/CT/086020094.pdf. 2010.

Sharquie, dkk. Treatment of Active Akne Vulgaris by Chemical Peeling using 88% Lactic Acid. Our Dermatol Online, pp: 337-342. Available from http://www.odermatol.com/odermatology/42014/1.Treatment-SharquieKE.pdf. 2014.

Karami, N. dkk., In vitro Activity of Chlorhexidine and Pentane-1,5-diol and their Combination on Candida albicans, Staphylococcus aureus and Propionibacterium acnes. Acta Dermato-Venereologica, 89: 514-547. 2009.

Hertanto D. Hubungan Antara Pembersihan Wajah dengan Kejadian Akne Vulgaris pada Siswa SMA Negeri 3 Klaten. [Skripsi].Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2013.

Herwati, Y &Aminah, S. Efek Terapi Sabun Jerawat Terhadap Kejadian Akne Vulgaris Pada Remaja Putri Dinilai Segi Keparahan Lesi. [Skripsi]. Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. 2011.

Fiume, K.dkk., Safety Assessment of Propylene Glycol, Tripropyline Glycol, and PPGs as Used in Cosmetics. International Journal of Toxicology.; 31(Suppl 2); 2455-2605. 2012.

Kapuscinska, A & Nowak, I. The Use of Urea and Its Derivatives in The Cosmetics Industry. CHEMIK, 68: 2: 91-96. 2014.

Kornhauser, A. dkk., 2010. Applications of hydroxy acids: classification, mechanisms, and photoactivity. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, 135-142.

Published
2017-08-30
Section
Research