Uji Diabetes Melitus secara Non-Invasif Berbasis Kadar dan Profil Protein Saliva

  • Brian Umbu Rezi Depamede Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • I Gede Yasa Asmara Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Ni Nyoman Geriputri Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

Abstract

Latar belakang : Diabetes merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan keadaan hiperglikemia. Diperlukan pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin gula darah. Pemeriksaan glukosa darah dilakukan dengan proses pengambilan darah. Cara ini merupakan tindakan invasif yang memprovokasi nyeri, sehingga diperlukan prosedur non-invasif lainnya seperti pemeriksaan saliva. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kadar dan profil protein saliva pada individu sehat dan penderita diabetes.

Metode : Penelitian ini merupakan studi komparatif. Sampelnya adalah saliva yang berasal dari 20 orang dan terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok penderita diabetes (D), dan kelompok individu normal (N). Saliva yang terkumpul disentrifugasi dan diambil supernatannya, lalu dilakukan proses pengukuran kadar protein saliva menggunakan spectrophotometer NanoDrop. Profil protein saliva dianalisis menggunakan SDS-PAGE. Uji statistik kadar protein saliva antara individu sehat dan penderita diabetes dilakukan dengan uji Independent Sample T-test.

Hasil : Jumlah rata-rata kadar protein saliva pada kelompok penderita diabetes sebesar 2932±526μg/ml dan kelompok individu non-diabetes 2005±253μg/ml. Secara statistik peningkatan tersebut tidak signifikan (P>0,05). Pada profil protein saliva ditemukan 3 band peptida dengan berat molekul antara 25-35kDa pada penderita DM.

Simpulan : Terdapat kecenderungan adanya peningkatan kadar protein saliva pada kelompok DM. Namun, secara statistik peningkatan tersebut tidak signifikan. Pada profil protein ditemukan adanya perbedaan band peptida saliva antara penderita DM dan individu normal.

References

1. Suyono S, et al. Diagnosis dan Klasifikasi Diabetes Melitus. Dalam: Sudoyo WA, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S, editor. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid III (Edisi V). Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, 2009. Hal. 1873-9.
2. ADA. Diagnosis and classification of diabetes mellitus. Diabetes Care, 2014, 37(Supplement 1), S81-S90.
3. Soewondo P, et al. Challenges in diabetes management in Indonesia: a literature review. Global Health, 2013, 9.1: 63.
4. Anani S, et al. Hubungan Antara Perilaku Pengendalian Diabetes dan Kadar Glukosa Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus (Studi Kasus di RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2012, Volume 1, Nomor 2, Halaman 466-478.
5. Purnamasari D. Diagnosis dan klasifikasi diabetes melitus. Dalam: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Marcellus SK, Siti Setiati, editor. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, 2009. Jilid, 3.
6. Wei OY, Teece S. Best evidence topic report. Urine dipsticks in screening for diabetes mellitus. Emerg. Med. J., 2006, 23, p. 138.
7. Gupta S, et al. Comparison of Salivary and Serum Glucose Levels in Diabetic Patients. Journal of diabetes science and technology, 2014, 1932296814552673.
8. Kumar J. Saliva – a maker for the diabetic: a comparative study of healthy and the diabetic individuals. Indian J. Innovations Dev., 2012, Vol. 1, No. 2. ISSN 2277-5390.
9. Benn AML, Thomson WM. Saliva: an overview. The New Zealand dental journal, 2014, 110(3), 92-96.
10.Mook-Kanamori DO, et al. 1,5-anhydroglucitol in saliva is a noninvasive marker of short-term glycemic control. The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, 2014, 99.3 : E479-E483.
11.Anđjelski-Radičević B, et al.. Biochemical markers in saliva of patients with diabetes mellitus. Stomatoloski glasnik Srbije, 2012, 59.4 : 198-204.
12.Charvat H, et al. Impact of population aging on trends in diabetes prevalence: A meta‐regression analysis of 160,000 Japanese adults. Journal of Diabetes Investigation, 2015.
13.Dahlan MS. Besar Sampel Dan Cara Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Penerbit Salemba Medika, 2010. ISBN: 978-602-8570-36-7
14.Mussavira S, Dharmalingam M, and Sukumaran BO. Salivary glucose and antioxidant defense markers in type II diabetes mellitus. Turkish journal of medical sciences, 2015, 45(1), 141-147.
15.Prathibha KM, et al. Evaluation of salivary profile among adult type 2 diabetes mellitus patients in South India. Journal of clinical and diagnostic research, 2013: JCDR 7.8: 1592.
16.Hasan HR, Abdulsattar A. Influence of diabetes disease on concentration of total protein, albumin and globulins in saliva and serum: A comparative study. Iraqi National Journal of Chemistry Journal, 2015.
17.Lasisi TJ, Fasanmade AA. Comparative analysis of salivary glucose and electrolytes in diabetic individuals with periodontitis. Annals of Ibadan Postgraduate Medicine, 2012, 10(1), 25-30.
18.Busato IMS, et al. Impact of clinical status and salivary conditions on xerostomia and oral health‐related quality of life of adolescents with type 1 diabetes mellitus. Community dentistry and oral epidemiology, 2012, 40.1: 62-69.
19.Vukosavljevic D, et al. Salivary proteins as predictors and controls for oral health. Journal of cell communication and signaling, 2011, 5(4), 271-275.
20.Hoe AZ, et al. Preliminary study on saliva from diahetic and non-diahetic individuals by polyacrylamide gel electrophoresis. Annals Dent. Univ Malaya, 1997; 4: 7-8.
21.Huang CM. Comparitive proteomic analysis of human whole saliva. Archives of Oral Biology, 2004, 49, 951-962.
22.Chauhan SD, et al. Identification of a novel 43-kDa protein in serum-circulating immune complex of type 2 diabetic patient. Int J Diabetes Dev Ctries, 2007, 27 : 81-6.
Published
2017-08-30
Section
Research

Most read articles by the same author(s)