Analisis Deskriptif Faktor-faktor Potensial Penyebab Stres Orang Tua yang Anaknya Dirawat Inap di Rumah Sakit

  • Putu Dian Puspita Sari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Ida Ayu Eka Widiastuti Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Pujiarohman Pujiarohman Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Berbagai faktor berpotensi menjadi penyebab stres pada orang tua, salah satunya ketika anak dirawat inap di rumah sakit. Hal-hal yang bersifat emosi maupun sosial menjadi penyebabnya. Faktor penyebab stres orang tua saat anak dirawat inap antara lain, pelayanan rumah sakit, kenyamanan, besar penghasilan, dan dukungan keluarga. Stres yang terjadi pada orang tua, dikhawatirkan akan memiliki dampak yang buruk terhadap kondisi anak selama masa perawatan di rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai faktor-faktor  potensial penyebab stres orang tua selama anak dirawat inap di rumah sakit.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini adalah seluruh orang tua yang anaknya dirawat inap di RSUD Provinsi NTB, RSU Kota, dan RS Bhayangkara yang berjumlah 60 orang. Data penelitian yang diambil merupakan data primer yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner yang terdiri dari 4 faktor yang potensial menjadi penyebab stres, yaitu pelayanan rumah sakit, kenyamanan, besar penghasilan, dan dukungan keluarga.

Hasil: Dari analisis deskriptif, diperoleh hasil 51,6% responden menyatakan bahwa dari segi pelayanan rumah sakit sudah cukup baik, dari segi kenyamanan didapatkan hasil 58,3% responden sudah cukup nyaman, dan dari faktor dukungan keluarga didapatkan 58,3% responden menyatakan sudah baik. Pada besar penghasilan, 56,7% responden mampu membiayai rumah sakit.

Simpulan: Dari 4 faktor yang dianalisis diketahui bahwa dukungan keluarga merupakan hal yang paling baik dirasakan oleh responden, selama anak dirawat inap di rumah sakit.

Kata kunci: 

References

1. Apriany, D. (2013), Hubungan antara Hospitalisasi Anak dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua, The Soedirman Journal of Nursing; 8:2.

2. Borghans I, Kleefstra SM., Rudolf BK, Gert PW. (2012), Is the length of stay in hospital correlated with patient satisfaction, International Journal for Quality in Health Care; 24(5): 443-451. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22789666. (diakses pada tanggal 20 Juli 2015)

3. Commondari E. (2010), Children Staying in Hospital: a Research on Psychological Stress of Caregiver, Italian Journal of Pediatrics: 36-40. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20500854. (diakses pada tanggal 20 Juli 2015)

4. Dewi KS. (2012), Kesehatan Mental. Penerbit UPT UNDIP, Semarang.

5. Ireys, HT, & Jamie JP. (1999), Defelopment and Evaluation of a Satisfaction Scale for Parents of Children with Special Health Care Needs, International Journal
Pediatrics; 104: 1182-1191. Available from: http://www.jhsph.edu/research/centers-and-institutes/womens-and-childrens-health-policy-center/publications/Devel_Eval_satis_scale.pdf. (diakses pada tanggal 12 November 2015)

6. Jannati A, Moh. Amin B, Ma’soomeh G, Leili A, & Moh. Taghi K. (2012), A Survey of Factors Affecting Patients Decision in Selecting Governmental and Private Hospitals in Tabriz, Iran, Journal Res Hospitality; 2-1.

7. Julian LJ. (2011), Measures of Anxiety, Arthritis Care Res ( Hoboken); 63(11). Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3879951/. (diakses pada tanggal 13 November 2015)

8. Lestari. (2012), Psikologi Keluarga, Kencana, Yogyakarta.

9. Levetown M. (2008), Communicating with Children and Families: From Everyday Interactions to Skill in Conveying Distressing Information, American: Academy of Pediatrics. Available from: http://pediatrics.aappublications.org/content/121/5/e1441. (diakses pada tanggal 6 November 2015)

10. Maramis dan Maramis. (2009), Stresor, Stres dan penyesuaian Diri. Dalam: Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa, edisi ke-2, Airlangga University Press, Surabaya, pp 69-108.

12. Mariyan, & Arif K. (2008), Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua terkait Hospitalisasi Anak Usia Toddler di BRSD RAA

13. Soewonso Pati. Jurnal Keperawatan; 2(1): 38-56. Available from: http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/FIKkeS/article/view/160. (diakses pada tanggal 3 Januari 2016)

14. Meshkani ZS, & Bavarian. (2004), Parents Fear and Distress During Child Inpatient Care, Acta Medica Iranica; 43(5): 355-385. Available from: http://acta.tums.ac.ir/index.php/acta/article/view/3023. (diakses pada tanggal 3 Januari 2016)

15. Meyer JA, Sharon SC, Todd K, et al. (2004), Hospital Quality: Ingredients for Succes - Overview and Lessons Learned, The Commonwealth Found.

16. Moes JL. (1999), Unplanned Hospitalization of a child: Perceptions of Stress, Family Life Events, and Coping Resource, Master Theses; pp: 513. Available from: http://scholarworks.gvsu.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1509&context=theses. (diakses pada tanggal 4 Februari 2016).

17. Moghaddam KB, Mahdi BM, Leila S, & Fazlollah A. (2010), The Concept of Hospitalization of Children from the View Point of Parents and Children, Iran J Pediatric; 21(2): 201-208.

18. Mosadeghrad AM. (2013), Factors Affecting Medical Service Quality, Iranian J Publ health; 43(2): 210-220. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4450689/. (diakses pada tanggal 6 Juli 2015)

19. Mosadeghrad AM, (2014), Factors Influencing health care Service Quality, Int J health Policy Manag; 3(2): 77-89. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4122083/. (diakses pada tanggal 5 Oktober 2015)

20. Murniasih E, & Andhika R. (2007), Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan Hospitalisasi pada Anak Usia Prasekolah di Bangsal L RSUP DR.SOERADJI Tirtonegoro Klaten Tahun 2007, Jurnal Kesehatan Surya Medika, Yogyakarta.

21. Pritchett R, Jeremy K, Philip W, et al. (2010), Quick, Simple Measures of Family Relationships for Use in Clinical Practice and Research, American Journal Pediatrics; 28: 172-187. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20978241. (diakses pada tanggal 12 Desember 2015)

22. Rasmun. (2004). Pengertian Stres, Sumber Stres, dan Sifat Stresor. Dalam: Stres, Koping, dan Adaptasi., Edisi ke-1, Sagung Seto, Jakarta, pp 9-26.

23. Saladin, KS. (2003), Anatomy & Physiology: The Unity of Form and Function, Third Edition, The McGraw−Hill Companies, New York.

24. Tehrani TH, Haghighi M, & Bazmamoun H. (2012), Effects of Stress on Mother of Hospitalized Children in a Hospital in Iran, Neurol Autumn; 6(4): 39-45. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3943023/. (diakses pada tanggal 12 Desember 2015)

25. Verwey M, Jooste, & Arries E. (2008), Experiences of Parents during the Hospitalization of their Child in A Private Pediatric Unit, Curationis; 31(2): 30-42. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19006956. (diakses pada tanggal 12 Januari 2016)

26. Wasisto B, Grita S, Huzna Z, et al, (2006), Komunikasi Efektif Dokter Pasien, Konsil Kedokteran Indonesia, Jakarta. Available from: http://www.perpustakaan.depkes.go.id. (diakses pada tanggal 12 Januari 2016)
Published
2017-08-30
Section
Research