Hubungan Antara Onset Kejadian Preeklamsia dengan Kejadian Bayi Lahir Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Provinsi NTB

  • Ika Primayanti Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Wahyu Sulistya Affarah Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Ida Lestari Harahap Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Mayuarsih Kartika Syari Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Ni Ketut Wilmayani Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

Abstract

Pendahuluan: Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi obstetrik yang dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas baik maternal maupun perinatal. Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu komplikasi perinatal yang dapat terjadi.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik chi square.

Hasil: terdapat hubungan yang signifikan antara onset kejadian preeklamsia dengan kejadian BBLR (p= 0,000).

Kesimpulan: Penurunan perfusi uteroplasenta pada preeklamsia menyebabkan berkurangnya aliran darah plasenta sehingga pertumbuhan janin menurun dan meningkatnnya risiko bayi berat lahir rendah

References

1. Manuaba IB. Ilmu kebidanan. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. Jakarta: EGC. 2008;.

2. Dadelszen, Von P. Subclassification of Preeclampsia. 2003;22(2):143–148.

3. Wikstrom A. Dissertasion, Biochemical and Epidemiological Studies of Early-Onset and Late-Onset Pre-Eclampsia. Sweden: Faculty of Medicine Ussala University; 2007.

4. Sibai B D , Kupfermine, M . Pre-eclampsia. Lancet. 2005;p. 785–799.

5. Xiong X et al. Impact of Preeclampsia and Gestational Hypertension on Birth Weight by Gestational Age. 2002;155(3):203–209.
Published
2018-12-16
Section
Research