Profil Penanganan Luka pada Pasien Trauma di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat

  • Arif Zuhan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Hadian Rahman Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Januarman Januarman Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

Abstract

Latar belakang: Luka terbuka mempunyai resiko untuk terjadinya infeksi yang serius dan dapat menyebabkan kematian. Penanganan luka yang sesuai sangat penting untuk mengurangi terjadinya infeksi pada luka.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskritif prospektif dengan metode cross-sectional tentang profil penangan luka pada pasien trauma di IGD RSUP NTB. Subjek penelitian ini adalah pasien yang mengalami luka akibat trauma dan ditangani di IGD RSUP NTB. Penelitian ini menggunakan total sampling. Pengambilan data dilakukan dari bulan Juli sampai September 2015.

Hasil: Didapatkan 90 pasien luka akibat trauma yang terdiri dari 73% laki-laki dan 27% perempuan. Tindakan disinfeksi luka dilakukan pada 100% pasien, anestesi luka pada 65,6% pasien dan irigasi luka pada 97% pasien. Debridement luka dilakukan pada 13% pasien, penjahitan luka pada 61% pasien dan dressing luka pada 77% pasien. Antibiotik profilaksis diberikan pada 26% pasien dan antitetanus profilaksis diberikan pada 28% pasien.

Kesimpulan: Tindakan disinfeksi luka terutama menggunakan povidon iodin. Tindakan anestesi luka menggunakan Lidocain dan irigasi luka menggunakan NaCl 0,9%. Tindakan penjahitan luka terutama menggunakan jahitan simple suture. Antibiotik profilaksis terutama menggunakan Amoxicilin dan antitetanus profilaksis terutama menggunakan ATS.

References

1. Sjamsuhidajat R, Jong WD. Buku Ajar Ilmu Bedah. 2nd ed.; 2005.

2. Kelly E, Tierny S, Apelqvist J, Dealey C. National Best Practice and Evidence Based Guidelines for Wound Management. Ireland: Feidhmeannacht na sertblse Slante Health Service Executive. 2009;p. 12,2.

3. Weiss EA, Oldham G, Lin M, Foster T, Quinn JV. Water is A Safe and Effective Alternative to Sterile Normal Saline for Wound Irrigation Prior to Suturing: A Prospective, Double-blind, Randomised, Controlled Clinical Trial. BMJ open. 2013;3(1):e001504.

4. WHO. Injury: A Leading Cause of the Global Burden of Disease. Geneva: World Health Organization. 1999;.

5. Storer A, Lindauer C, Proehl J, Barnason S, Bran C. Clinical Practice Guideline: Wound Preparation. Emergency Nurse Association. 2011;p. 1.

6. Wells C, Power L. Skin and Wound Care Manual. Eastern: newfoundland Labrador. 2008;p. 1.

7. Mansjoer Arif, dkk. Kapita Selekta Kedokteran. Media Aesculapius FK UI Jakarta. 2000;3.

8. Insurance Institute for Highway Safety. Unpublished Analysis of Data from the US Department of Transportation’s Fatality Analysis Reporting System and the National Household Travel Survey. Arlington, VA. 2013;.

9. Fildes John et al. 8th ed. USA; 2008. p. 73–81.

10. Wulandari A, Azis A, Aryanti N. Efektifitas Kesembuhan Luka Pada Penggunaan Rivanol Dengan Povidone Iodine Terhadap Vulnus Laseratum. Jambi. 2013;.

11. Qian Cheng, Xiao-Fei Z, Dong-Hua D, Guo-Yang Z, Xue-Wen C. Efficacy of Different Irrigation Solutions on the Early Debridement of Open Fracture in Rats. Experimental and Therapeutic Medicine. 2015;9(5):1589–1592.

12. Luedtke-Hoffmann KA, Schafer DS. Pulsed Lavage in Wound Cleansing. Physical Therapy. 2000;80(3):292–300.

13. Carolina W, Geoff S. Wound Dressings Update. Journal of Pharmacy Practice and Research. 2006;36(4):318–324.

14. Bowater R, Stirling S, Lilford R. Is Antibiotic Prophylaxis in Surgery A Generally Effective Intervention?: Testing A Generic Hypothesis Over A Set of Meta-analyses. Annals of Surgery.
2009;249(4):551–556.
Published
2018-12-16
Section
Research

Most read articles by the same author(s)