Karakteristik Pengetahuan dan Persepsi Penderita Akne Vulgaris di Kota Mataram

  • Dedianto Hidajat Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Bagian Farmakologi, Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Mataram/RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat
  • Muthia Cenderadewi Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Bagian Farmakologi, Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Mataram/RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat
  • Agriana Rosmalina Hidayati Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Bagian Farmakologi, Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Mataram/RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat

Abstract

Pendahuluan: Beberapa penelitian di negara maju maupun berkembang telah menunjukkan bahwa penderita akne vulgaris (AV) mendapatkan informasi yang inadekuat tentang penyebab dan penanganan AV. Tujuan: Mengetahui karakteristik pengetahuan dan persepsi penderita AV terkait faktor penyebab, sumber informasi, penatalaksanaan dan dampak psikososial AV di kota Mataram Metode: Penelitian ini merupakan survei karakteristik pengetahuan dan persepsi dengan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Dari 162 responden, 51,2% sudah menderita AV selama lebih dari 1 tahun dan 54,9% termasuk derajat ringan. Sebanyak 30% responden menyatakan bahwa AV disebabkan oleh penyebab tunggal dan jenis penyebab terbanyak adalah karena kurangnya kebersihan wajah (34,8%). Stres (25,3%) merupakan faktor yang paling banyak dianggap berperan dalam memperberat AV. Tiga sumber informasi terbesar terkait AV berasal dari internet (20,9%), televisi/radio (19,9%) dan dokter (17,2%). Harapan responden (55,6%) pengobatan berlangsung dalam waktu kurang dari 2 minggu untuk mengatasi AV. Sebagian besar responden (38,3%) telah mencoba lebih dari 1 jenis produk untuk mengatasi AV sebelum memutuskan untuk berobat ke dokter dan sabun pembersih jerawat merupakan produk yang paling banyak digunakan oleh responden (38,1%). Sebagian besar responden (36,4%) menyatakan bahwa menderita AV memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap penampilan. Kesimpulan: masih adanya informasi yang belum adekuat dari sumber yang telah ada terkait penyebab, faktor yang mencetuskan dan penanganan AV. Katakunci

References

1. Layton A. Disorders of the sebaceous glands. dalam Burns. T, Breathnach, S, Cox, N & Griffiths, C(Eds) Rook’s textbook of dermatology 8th ed Massachusetts, Wiley-Blackwell. 2010;42:1–86.

2. Zaenglein AL, Graber EM, Thiboutot DM, Strauss J. Acne vulgaris and acneiform eruptions. Dalam: Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS,
Leffel DJ, Wolff K, eds. Fitzpatrick’s dermatology in general medicine. 8th Ed. New York: McGrawHill. 2012;p. 897–917.

3. Tallab TM. Beliefs, perceptions and psychological impact of acne vulgaris among patients in the Assir region of Saudi Arabia. West African journal of
medicine. 2004;23(1):85–87.

4. Rzany B, Kahl C. Epidemiology of acne vulgaris. JDDG: Journal der Deutschen Dermatologischen Gesellschaft. 2006;4(1):8–9.

5. Tjekyan, Suryadi R. Kejadian dan Faktor Resiko Akne Vulgaris. M Med Indones. 2008;43(1):37–43.

6. Al-Hoqail IA. Knowledge, beliefs and perception of youth toward acne vulgaris. Saudi medical journal. 2003;24(7):765–768.

7. Darwish MA, Al-Rubaya AA. Knowledge, beliefs, and psychosocial effect of acne vulgaris among Saudi acne patients. ISRN dermatology. 2013;2013.

8. Tahir CM, Ansari R, et al. Beliefs, perceptions and expectations among acne patients. J Pak Assoc Dermatol. 2012;22:98–104.

9. Notoatmodjo S. Pendidikan dan perilaku kesehatan. Dalam: Notoatmodjo S. Kesehatan Masyarakat. Ilmu dan Seni Rineka Cipta Jakarta. 2007;p. 106–164.

10. Sekuler R, Blake R. Perception. McGraw Hill Publishing Company, Singapore. 1997;.

11. Al Mashat S, Al Sharif N, Zimmo S. Acne awareness and perception among population in Jeddah, Saudi Arabia. Journal of the Saudi Society of Dermatology & Dermatologic Surgery. 2013;17(2):47–49.

12. Yahya H. Acne vulgaris in Nigerian adolescents–prevalence, severity, beliefs, perceptions, and practices. International journal of dermatology.
2009;48(5):498–505.

13. Di Landro A, Cazzaniga S, Parazzini F, Ingordo V, Cusano F, Atzori L, et al. Family history, body mass index, selected dietary factors, menstrual history, and risk of moderate to severe acne in adolescents and young adults. Journal of the American Academy of Dermatology. 2012;67(6):1129–1135.

14. Tan JK, Vasey K, Fung KY. Beliefs and perceptions of patients with acne. Journal of the American Academy of Dermatology. 2001;44(3):439–445.

15. Choi YS, Suh HS, Yoon MY, Min SU, Kim JS, Jung JY, et al. A study of the efficacy of cleansers for acne vulgaris. Journal of Dermatological Treatment.
2010;21(3):201–205.

16. Fried RG, Wechsler A. Psychological problems in the acne patient. Dermatologic Therapy. 2006;19(4):237–240.

17. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Pengguna internet indonesia nomor enam dunia. 2016;Available from: https://kominfo.go.id/content/detail/4286/pengguna_internet_indonesia_nomor_enam_dunia/0/
sorotan_mediapada30November2016.
Published
2016-12-28
Section
Research

Most read articles by the same author(s)