Prevalensi dan Faktor Risiko Highrisk HPV Pada Inspeksi Visual Asam Asetat Positif Di Mataram NTB

  • Yunita Hapsari Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Mataram, Mataram
  • Dedianto Hidajat Bagian Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin, Fakultas Kedokteran, Universitas Mataram, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
  • Rika Hastuti Setyorini Bagian Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin, Fakultas Kedokteran, Universitas Mataram,
  • Farida Hartati Bagian Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin, Rumah Sakit Patut Patuh Patju, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat
Keywords: hr-HPV, inspeksi visual asam asetat, kanker serviks

Abstract

 Virus Human Papilloma (HPV) tipe onkogenik merupakan agen penyebab kanker serviks. Wanita dengan HPV tipe ini memiliki risiko 4 kali lebih besar untuk mengalami CIN derajat 2 atau lebih. Pemeriksaan HPV DNA merupakan pemeriksaan skrining kanker serviks yang paling baik namun biaya mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko dan prevalensi hr-HPV pada wanita dengan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) positif yang dapat digunakan sebagai prioritas skrining dengan HPV DNA. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang melibatkan 31 wanita dengan IVA positif. Penelitian diawali dengan pengisian kuesioner dan pemeriksaan hr-HPV dengan metode Hybrid Capture 2. Data dianalisis secara deskriptif dan bivariat. Sebanyak 31 wanita IVA positif mengisi kuesioner. Highrisk HPV didapatkan pada 11 orang (32,3%). Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara usia muda OR 0,54 (95% CI 0,37-0,78), tingkat pendidikan rendah OR 12,0 (95% CI 1,29-112,67), jumlah pasangan seksual lebih dari satu OR 0,02 (95% CI 0,002-0,20), riwayat infeksi menular seksual dan infeksi hr-HPV. Prevalensi tinggi infeksi hr-HPV dipengaruhi oleh usia pertama berhubungan seksual, jumlah pasangan seksual wanita dan pasangannya, dan IMS lainnya, termasuk HIV. Skrining diprioritaskan pada wanita IVA positif dengan usia yang lebih muda, berpendidikan rendah, memiliki lebih dari 1 pasangan seksual dan riwayat IMS. Faktor perilaku dapat mempengaruhi faktor risiko infeksi hr-HPV pada semua wanita yang aktif secara seksual

References

Juanda D, Kesuma H. Pemeriksaan Metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) untuk Pencegahan Kanker Serviks. JURNAL KEDOKTERAN & KE- SEHATAN: Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. 2015;2(2):1

Moussavou PB, Koumakpayi IH, Nkili-Meyong AA, Labouba I, Bisvigou U, Chansi JK, et al. Molecular analysis of human Papillomavirus de- tected among women positive for cervical lesions by visual inspection with acetic acid/Lugol’s iodine (VIA/VILI) in Libreville, Gabon. Infectious agents and cancer. 2016;11(1):50.

Kementerian Kesehatan RI Pusat Data dan Infor- masi Kesehatan. Stop kanker. Infodatin Jakarta. 2015;p. 3.

Huy NVQ, Tram NVQ, Thuan DC, Vinh TQ, Tha- nh CN, Chuang L, et al. The value of visual ins- pection with

acetic acid and Pap smear in cervical cancer screening program in low resource settings– A population-based study. Gynecologic oncology reports. 2018;

Gravitt PE, Paul P, Katki HA, Vendantham H, Ra- makrishna G, Sudula M, et al. Effectiveness of VIA, Pap, and HPV DNA testing in a cervical cancer scre- ening program in a peri-urban community in An- dhra Pradesh, India. PloS one. 2010;5(10):e13711.

Nuranna L, Donny NB, Purwoto G, Winarto H, Uta- mi TW, Anggraeni TD, et al. Prevalence, age dis- tribution, and risk factors of visual inspection with acetic acid-positive from 2007 to 2011 in Jakarta. Journal of cancer prevention. 2017;22(2):103.

CDC. Risk Factors for Cervical Cancer and HPV Infection - Gynecologic Cancer Curriculum. Inside Knowledge Campaign. 2015;

Ginindza TG, Dlamini X, Almonte M, Herrero R, Jolly PE, Tsoka-Gwegweni JM, et al. Prevalence of and associated risk factors for high risk hum- an papillomavirus among sexually active women, Swaziland. PloS one. 2017;12(1):e0170189.

Zitkute V, Bumbuliene Z. Risk factors affecting HPV infection, persistence and lesion progression in women and men. Clinical Research in Infectious Diseases. 2016;3(2):1026.

Dempsey AF. Human papillomavirus: the useful- ness of risk factors in determining who should get vaccinated. Reviews in Obstetrics and Gynecology. 2008;1(3):122.

Bahmanyar ER, Paavonen J, Naud P, Salmero´n J, Chow SN, Apter D, et al. Prevalence and risk fa- ctors for cervical HPV infection and abnormalities in young adult women at enrolment in the multi- national PATRICIA trial. Gynecologic oncology. 2012;127(3):440–450.

Cotton SC, Sharp L, Seth R, Masson LF, Little J, Cruickshank ME, et al. Lifestyle and socio- demographic factors associated with high-risk HPV infection in UK women. British journal of cancer. 2007;97(1):133.

Mitchell SM, Sekikubo M, Biryabarema C, Bya- mugisha JJ, Steinberg M, Jeronimo J, et al. Fa- ctors associated with high-risk HPV positivity in a low-resource setting in sub-Saharan Africa. American journal of obstetrics and gynecology. 2014;210(1):81–e1.

T Persistent, H Papillomavirus. Targeting per- sistent human papillomavirus infection. Viruses. 2017;9(8):229.

Lopez-Diez E, Perez S, Carballo M, InËœarrea A, de la Orden A, Castro M, et al. Lifestyle factors and oncogenic papillomavirus infection in a high-risk male population. PloS one. 2017;12(9):e0184492.

Sangwa-Lugoma G, Ramanakumar AV, Mahmud S, Liaras J, Kayembe PK, Tozin RR, et al. Preva- lence and determinants of high-risk human papillo- mavirus infection in women from a sub-Saharan African community. Sexually transmitted diseases. 2011;38(4):308–315.

Lekoane BK, Mashamba-Thompson TP, Ginindza TG. Mapping evidence on the distribution of human papillomavirus-related cancers in sub-Saharan Afri- ca: scoping review protocol. Systematic reviews. 2017;6(1):229.

Published
2019-06-28
Section
Research