EPIDEMIOLOGI KASUS BEDAH PLASTIK IGD RSUD PROVINSI NTB JANUARI-DESEMBER 2019

  • febrina rambu rsud provinsi ntb
  • Umu Istikharoh
Keywords: epidemiologi, gawat darurat, bedah plastik, IGD RSUD Provinsi NTB

Abstract

Latar belakang: Kunjungan kasus kegawatdaruratan di rumah sakit memiliki variasi kasus dan terus bertambah setiap tahunnya.  Literatur menyatakan kasus gawat darurat bedah plastik rekonstruksi dan estetika sangat luas.  Kasus pasien bedah plastik rekonstruksi dan estetika memiliki beragam jenis, dari kasus trauma yang harus dikerjakan di ruang operasi gawat darurat hingga kasus elektif.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif, dengan sampel dari pasien bedah plastik yang masuk rumah sakit melalui IGD RSUP Provinsi NTB dari bulan Januari – Desember 2019.  Analisis deskriptif menggunakan SPSS 23.

Hasil: Kasus bedah plastik IGD RSUD Provinsi didapatkan sebanyak 153 kasus.  Jumlah kasus tertinggi adalah fraktur maksilofasial sebanyak 95 kasus, diikuti cedera jaringan lunak sebanyak 47 kasus.  23 kasus cedera jaringan lunak didapatkan bersama dengan fraktur maksilofasial.  Luka bakar merupakan kasus terendah sebanyak 36 kasus.  Penyebab luka bakar tertinggi akibat benda panas sebanyak 24 kasus.  Pasien bedah plastik masuk rumah sakit didominasi jenis kelamin laki-laki.  Kelompok usia tertinggi ada pada rentang 21-30 tahun. 

References

1. Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Lembaran Negara RI Tahun 2009, No. 44. Sekretariat Negara. Jakarta.
2. Takaendengan, Dwika, dkk. 2016. Profil 10 besar kasus di Instalasi Gawat Darurat Bedah RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou periode Januari-Desember 2015. Jurnal e-Clinic (eCl). Volume 4 nomor 2.
3. Peterson, Steven dan Ernest Moore. 2003. The Integral Role of the Plastik Surgeon at a level I Trauma Center. Plastik and Reconstructive Surgery. 112(5):1371-1375.
4. Karsidag, Semra, dkk. 2011. The Practice of Plastik Surgery in Emergency Trauma Surgery : a retrospective glance at 10,732 patients. Turkish Journal of Trauma & Emergency Surgery. 17(1):33-40.
5. Primadina, Nova. 2017. Epidemiologi Kasus Bedah Plastik di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebhu Bangkalan, Penelitian Retrospektif Dua Tahun. Medical and Health Science Journal. Volume 1 nomor 2.
6. Caesario, Oldi, dkk. 2017. Characteristics of Maxillofacial Fractures Resulting from Road Traffic Accidents at Dr. Hasan Sadikin General Hospital. AMJ.4(3):345-52.
7. Akhlaghi, Fahimeh, dkk. 2019. Prevalence of Maxillofacial Fractures and Related Factors: A Five-Year Retrospective Study. Trauma mon. 24(4):e83974
8. Singaram, Mohanavalli, dkk. 2016. Prevalence, pattern, etiology, and management of maxillofacial trauma in a developing country : a retrospective study. J Korean Assoc Oral Maxillofac Surg. 42:174-181.
9. Wardhana, Aditya, dkk. 2017. The Epidemiology of Burns in Indonesia National Referral Burn Center from 2013 to 2015. Burns open. 1(2017):67-73.
10. WHO. 2018. Burns. Diakses di http://who.int/news-room/fact-sheets/detail/burns.
Published
2020-05-10