Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja di Kota Mataram

  • Putu Aditya Wiguna Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Eka Arie Yuliani Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Wahyu Sulistya Affarah Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Ni Made Reditya Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

Abstract

Pendahuluan: ASI eksklusif berdampak luas pada status gizi dan kesehatan balita. Angka keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja sangat rendah. Tujuan: Menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di Kota Mataram. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan rancangan potong lintang menggunakan kuisioner dilakukan sepanjang Desember 2013. Responden merupakan ibu bekerja di Kota Mataram, memiliki bayi berusia 6-36 bulan, menyusui, bayi juga tidak memiliki kelainan kongenital atau penyakit kronis. Hasil: Dari 288 ibu yang diwawancarai, 135 (46,9%) memberikan ASI eksklusif. Odd ratio menyusui dengan ASI eksklusif lebih tinggi pada ibu yang mendapat dukungan suami (OR = 21,32, CI = 2,28-160,77, p = 0,000), memiliki sarana dan prasarana menyusui di tempat kerja (OR=1,91, CI = 1,12-3.26, p = 0,017), memiliki durasi perjalanan ke tempat kerja kurang dari 15 menit (OR=1,93, CI = 1,20-3,11, p=0,006) dan menyiapkan ASI perah (OR = 2,45, CI = 1,52-3,95, p=0,000). Paparan terhadap saran untuk memberikan makanan atau minuman lain selain ASI pada bayi berumur kurang dari 6 bulan, lamanya jam kerja, jabatan ibu di tempat kerja, dan lamanya cuti menyusui tidak berhubungan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif (p>0,05). Kesimpulan: Keberhasilan menyusui dengan ASI Eksklusif pada ibu bekerja berhubungan dengan dukungan suami, ketersediaan sarana dan prasarana menyusui di tempat kerja, durasi perjalanan ke tempat kerja kurang dari 15 menit dan menyiapkan ASI perah.

References

1. Anderson JW, Johnstone BM, Remley DT. Breastfeeding and cognitive development: a metaanalysis. The American journal of clinical nutrition. 1999;70(4):525–535.

2. Black RE, Morris SS, Bryce J. Where and why are 10 million children dying every year? The lancet. 2003;361(9376):2226–2234.

3. Penelitian B. Riset kesehatan dasar. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 2010;.

4. Penelitian B. Riset kesehatan dasar. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 2013;.

5. Fauzie R, Suradi R, Hadinegoro SRS. Pattern and influencing factors of breastfeeding of working mothers in several areas in Jakarta. Paediatrica Indonesiana. 2007;47(1):27–31.

6. Statistik BP. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007. Jakarta, Badan Pusat Statistik. 2008;.

7. Subrata M. Perilaku Menyusui Eksklusif pada IbuIbu yang Melahirkan di PK.Sint Carolur dan FaktorFaktor yang Berhubungan. FKM UI. Depok : Universitas Indoneisa; 2004.

8. Kesehatan D. Rencana pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2010. Departemen tsb.; 1999.

9. Nurjanah N, Rachmani E. Implementasi Pasal 83 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Hak Menyusui Pekerja Perempuan Selama Waktu Kerja Analisis Perilaku pada Institusi Kesehatan dan Non Kesehatan di Kota Semarang. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia. 2008;3(1):10–23.

10. RI PP. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif. 2012 (diunduh 25 Februari 2012). Tersedia dari URL: HYPERLINK http://www depkes go id/downloads/PP% 20A SI pdf. 2012;.

11. Swarts S, Salome Kruger H, Dolman RC. Factors affecting mothers’ choice of breastfeeding vs. formula feeding in the lower Umfolozi district war memorial hospital, KwaZulu-Natal. Journal of Interdisciplinary Health Sciences. 2010;15(1):119–126.

12. Mataram PDK. Kota Mataram Dalam Angka. Mataram : Pemerintah Daerah Kota Mataram. 2011;
Published
2017-03-23
Section
Research

Most read articles by the same author(s)