FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN MASKER PEEL OFF EKSTRAK DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera Linn.)

  • Matsna Yuliana Rohiyati
  • Yohanes Juliantoni Universitas Mataram
  • Aliefman Hakim

Abstract

Latar belakang: Senyawa antioksidan dapat mengurangi efek buruk terhadap kulit akibat radikal bebas. Lidah Buaya (Aloe vera Linn.) adalah salah satu tanaman yang mengandung antioksidan yang dapat digunakan sebagai bahan dasar masker wajah untuk perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak lidah buaya sebagai sediaan masker peel off sehingga didapatkan formula yang memenuhi persyaratan.

 

Metode: Metode maserasi menggunakan tiga pelarut berbeda yaitu etanol, etil asetat, dan n-heksan untuk mengetahui kandungan flavonoid tertinggi akan digunakan sebagai bahan pembuatan masker peel off. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH. Sediaan masker peel off dibuat sebanyak 4 formula yaitu F1 (tanpa ekstrak), FII (0,5%), FIII (1%), dan FIV (1,5%). Keempat formula dievaluasi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar, dan waktu pengeringan.

 

Hasil: Menunjukkan bahwa ekstrak etanol lidah buaya merupakan antioksidan kuat dengan nilai IC50 sebesar 49,03 ppm. Ekstrak etil asetat dan n-heksan merupakan antioksidan lemah dengan nilai IC50 berturut-turut yaitu 233,20 ppm dan 511,54 ppm. Ekstrak etanol dipilih sebagai zat aktif karena memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa keempat formula telah memenuhi syarat uji daya sebar yaitu 5-7 cm, homogenitas, dan waktu mengering sebesar 15-30 menit. Pada uji pH hanya formula FI, FII, dan FIII yang memenuhi syarat yaitu 4,5-6,5. 

                

Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol lidah buaya memiliki nilai IC50 yang paling besar dibandingkan ekstra etil asetat dan n-heksan yaitu sebesar 49,03 ppm. Formula masker gel peel off  ekstrak daun lidah buaya FII dan FIII telah memenuhi syarat pH, homogenitas, daya sebar dan waktu mengering.

References

1. Bogadenta A. Manajemen Pengelolaan Apotek. Yogyakarta: D-Medika; 2012.
2. Cooper KH. Antioxidant Revolution. Vancouver: Thomas Nelson Publishers; 1994.
3. Djajadisastra J, Mun’im A, Dessy NP. Formulasi Gel Topikal dari Ekstrak Nerii folium dalam Sediaan Antijerawat. Jurnal Farmasi Indonesia. 2009; 4(4): 210-216.
4. Maysuhara S. Rahasia Cantik, Sehat, dan Awet Muda. Yogyakarta: Pustaka Panasea; 2009.
5. Rahim F, Ningsih W, Silvani R. Formulasi Masker Peel Off Ekstrak Etanol Rimpang Rumput Teki (Cyperus rotundus L.). Jurnal Scientia. 2013; (3) (2):68-72.
6. Rahmawanty D, Yulianti N, Fitriana M. Formulasi dan Evaluasi Masker Wajah Peel-Off Mengandung Kuersetin Dengan Variasi Konsentrasi Gelatin dan Gliserin. Media Farmasi. 2015; 12(1): 17-32.
7. Rowe RC, Sheskey PJ, Quinn ME. Handbook of Pharmaceutical Excipients.London: Pharmaceutical Press; 2009.
8. Sultana B, Anwar F. Flavonol (kaempeferol, quercetin, merycetin) contents of selected fruit, vegetables and medicinal plants. Food Chemistry. 2008; 108:879-884.
9. Vieira RP, Fernandes AR, Kaneko TM, Consiglieri VO, Pinto CASO. Physical and Physicochemical Stability Evaluation of Cosmetic Formulations Containing Soybean Extract Fermented by Bifidobacterium animalis. Brazilian Journal of Pharmaceutical Sciences. 2009; 45(3): 515-525.
10. Voigt R. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Soendari Noerono, Translator. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press;
Published
2021-01-11