Efektivitas Irigasi Nasal Dengan Larutan Salin Isotonis Terhadap Kualitas Hidup Pasien Rinosinusitis Kronis Di RSUD Provinsi NTB

  • Eka Arie Yuliyani universitas mataram
  • Hamsu Kadriyan
  • Didit Yudhanto
Keywords: cuci hidung, rinosinusitis kronis, SNOT-22

Abstract

Latar Belakang:  Rinosinusitis kronis merupakan inflamasi kronis pada mukosa kavum nasi dan sinus paranasalis yang dapat terjadi karena multifaktorial baik alergi maupun non alergi serta memberikan dampak pada kualitas hidup penderitanya. Penilaian kualitas hidup penderita rinosinusitis kronis dilakukan dengan Sino Nasal Outcome Test-22 (SNOT-22). Pemberian terapi standar dan cuci hidung dengan larutan salin isotonis dapat mengurangi gejala yang dikeluhkan penderita.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pre-posttest control group design, dimana subjek penelitian berjumlah 30 orang dan dibagi menjadi kelompok alergi dan non alergi dengan masing-masing kelompok berjumlah 15 orang. Subjek mendapatkan terapi standar serta cuci hidung dengan salin isotonis selama 2 minggu. Dilakukan Pemeriksaan IgE dan penilaian kualitas hidup dengan kuesioner SNOT-22 sebelum dan setelah terapi untuk mengetahui efektivitas cuci hidung dengan salin isotonis pada pasien rinosinusitis kronis.

Hasil: Pada penelitian ini didapatkan perbedaan yang signifikan total skor SNOT-22 sebelum dan setelah diberikan terapi standar dan cuci hidung dengan salin isotonis baik pada kelompok alergi maupun non alergi (p=0,001).

Kesimpulan: Pemberian terapi standar dan cuci hidung dengan salin isotonis pada pasien rinosinusitis kronis baik yang disebabkan oleh alergi maupun non alergi dapat memperbaiki kualitas hidup pasien menjadi lebih baik.

References

1. Aghdas, M.M., Nikzad, S., Daryous, S. dan Maryam, E. 2018. Quality of Life in Patients with Chronic Rhinosinusitis with Nasal Polyposis Before and After Functional Endoscopic Sinus Surgery: A Study Based on SINO-NASAL OUTCOME TEST. ABCMED 6(1):11-14.
2. Kentjono, W.A. 2004. Rinosinusitis: Etiologi dan Patofisiologi. penyunting. Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan IV Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok-KL. Surabaya: Bagian/SMF Ilmu Kesehatan THT Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
3. Cervin, A. and Ben, W. 2007. Macrolide theraphy of chronic rhinosinusitis. Rhinology. 45:259-67.
4. Selvianti dan Irwan, K. 2008. Patofisiologi, Diagnosis dan Penatalaksanaan Rinosinusitis Kronik Tanpa Polip Nasi Pada Orang Dewasa. Surabaya: Dep/SMF Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo.
5. Hendradewi, S., Novi, P. dan Nurmala, S. 2016. Perbedaan transport mukosiliar pada pemberian larutan garam hipertonik dan isotonik penderita rinosinusitis kronis. ORLI. 46(2):121-8.
6. Indah, S.S., Abdul, Q.P. dan Eka, S. 2014. Dinamika Interleukin8 Pada Rinosinusitis Kronis di Wahidin Sudirohusodo Makassar. Makassar: Bagian Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok-Kepala Leher Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
7. Harowi, M.R., Soepomo, S., Bambang, U.D.R. dan Anton, C. 2011. Kualitas Hidup Penderita Rinosinusitis Kronik Pasca-bedah. CDK 187. 38(6):429-34.
8. Poirrier, A.L., Suki, A., Alexander, G., Matthew, E., Melissa, B. dan Peter A. 2013. Is the Sino-Nasal Outcome Test-22 a Suitable Evaluation for Septorhinoplasty? Laryngoscope. 123:76-81.
9. Anwar, K., Gulab, D., Bakht, Z. dan Iftikhar, A.K. 2011. Sinus Radiography: Is Water’s View Helpful In The Management Of Chronic Maxillary Sinusitis?.Gomal Journal of Medical Sciences. 9(1):11-4.
10. Suh, J.D. and David, W.K. 2011. Treatment Option for Chronic Rhinosinusitis. Proceedings of The American Thoracic Society. 8:132-40.
11. Heatley, D.G. 2011. The Safety and Efficacy of Nasal Saline Irrigation. Madison: The Otolaryngology-Head and Neck Surgery University of Wincosin School of Medicine.
12. Sofyan, F. dan Dyan, R.I.T. 2017. Pengaruh cuci hidung dengan NaCl 0,9% terhadap peningkatan rata-rata kadar pH cairan hidung. ORLI. 47(1):25-30.
13. Savitri, E., Made, S. dan Ari, N.P. 2014. Efektivitas Larutan Salin Isotonik Terhadap Tingkat Sumbatan Hidung Dan Kualitas Hidup Pada Penderita Rinosinusitis Kronik. Solo: Program Studi Magister Kedokteran Keluarga, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret.
14. Resmi, A.Y., Riece, H., Anna, M.K.S. 2017. Pengaruh cuci hidung terhadap gejala, transport mukosiliar dan eosinofil hidung pada pekerja pabrik kayu. ORLI. 47(1):31-41.
15. Maharyati, R dan Irwan, K. 2010. Peranan Irigasi Larutan Garam Pada Rinosinusitis Kronis. Surabaya: Bagian/SMF Ilmu Kesehatan THT Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
16. Marambaia, P.P., Manuela, G.L., Kleber, P.S., Amaury, M.G., Milena, M.S. dan Maria, E.M.M. 2013. Braz J Otorhinolaryngol. 79(1):54-8.
17. Kennedy, J.L., Matthew, A.H., Phillip, H., James, T.P., Larry, B. dan Spencer, C.P. 2013. Sino-nasal Outcome Test (SNOT-22): A Predictor of post-surgical improvement in patients with chronic sinusitis. Ann Allergy Asthma Immunol. 111(4):246-51.
Published
2020-10-18

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>