KORELASI ANTARA LESI LITIK DENGAN KADAR KALSIUM DARAH PADA PASIEN MIELOMA MULTIPEL

  • Helen Widiani universitas mataram
  • Joko Anggoro
Keywords: Lesi litik, kadar kalsium darah, multiple mieloma

Abstract

Latar Belakang: Mieloma multipel (MM) merupakan kelainan neoplastik sel plasma yang ditandai oleh proliferasi klonal sel plasma maligna pada sumsum tulang dengan manifestasi berupa protein monoklonal dalam darah dan urin serta disfungsi organ. Adapun gejala manifestasi yang paling sering berupa hiperkalsemia (28%), insufisiensi renal (48%), anemia (73%), kerusakan tulang/bone lesion (67%) (CRAB). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah ada korelasi antara lesi litik dengan kadar kalsium darah pada pasien MM.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang retrospektif mulai bulan September 2019 hingga September 2020 pada penderita MM yang datang berobat di Poli Hemato-Onkologi, Departemen Penyakit Dalam RSUP Sanglah. Korelasi antara lesi litik dengan kadar kalsium darah dianalisis dengan Uji Korelasi Pearson dengan menggunakan program SPSS.

Hasil Penelitian: Didapatkan total sampel sebanyak 42 penderita, dengan umur rata-rata 56 tahun. Berdasarkan manifestasinya (CRAB), didapatkan paling banyak penderita dengan lesi litik. Pada analisis uji korelasi Pearson tidak ditemukan korelasi bermakna antara lesi litik dengan kadar kalsium darah (p= 0,115; r =0,247).

Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lesi litik (variabel bebas) dengan kadar kalsium darah (variabel terikat).

 

 

References

1. Giada Bianchi, Kennech C. Anderson. The American Cancer Society’s Oncology in Practice: Clinical Management. Multiple Mieloma Chapter 33. Wiley Online Library: 16 February 2018.
2. Hiroshi Yasui, Tadao Ishida, Reo Maruyama et al. Cancer science. Model of translational cancer research in multiple myeloma. Wiley-Blackwell online journal 17 Agustus 2012.
3. I Made Bakta. Mieloma Multiple: Aspek Patogenesis Moklekuler. Udayana Journal of Interna Medicine. Volume 3 No 1: 2019.
4. Robert A. Kyle & S. Vincent Rajkumar. Blood. Journal of The American Society of Hematology. 2008 Mar 15; 111(6): 2962-2972.
5. Malgorzata Banaszkiewicz, Jolanta Malyszko, David H. Vesole et al. Journal of Clinical Medicine. New Biomarkers of Ferric Management in Multiple Myeloma and Kidney Disease-Associated Anemia. 2019. Nov 8(11): 1828.
6. Shireen Mansoor, Imran Siddiqui, Salman Adil et al. Frequency of Hypercalsemia in Patient of Multiple Myeloma in Karachi. National Library of Medicine. 2005 Jul.
7. American Cancer Society. Cancer Facts & Figures. Atlanta, Ga: American Cancer Society; 2020.
8. Robert A. Kyle & S. Vincent Rajkumar. Blood. Journal of The American Society of Hematology. 2008 Mar 15; 111(6): 2962-2972.
9. Marshall A. Lichtman et al. Williams Manual of Hematology.9th international edition. 2017.
10. Khairida Riany. Hubungan Antara Lesi Litik Yang Dinilai Melalui Bone Survey Dengan Kadar Kalsium Darah Pada Pasien Mieloma Multipel. Universitas Indonesia. Jakarta. 2014.
11. Healy CF, Murray JG, Eustace SJ, Madewell J, O’Gorman PJ, O’Sullivan P. Multiple myeloma: A Review of Imaging Features and Radiological Techniques. Hindawi Publishing Corporation Bone Marrow Research. 2011; 2-9.
12. Galson DL, Silbermann R, Roodman GD. Mechanisms of mieloma multipel bone disease. BoneKey reports. 2012;135:1-7.
13. Sudoyo W Aru. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. Internal Publishing.Cetakan Pertama. November 2009.
15. Roodman GD. Skeletal imaging and management of bone disease. American society of hematology. 2008; 313-1911.
16. Ginayah M, Sanusi H. Hiperkalsemia. Continuing medical education. 2011;38(3):191-96.
Published
2021-01-11

Most read articles by the same author(s)