UJI PENGGUNAAN PROTOTIPE BOARDGAME “TERMOSTED” DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN MENGENAI DEMAM BERDARAH DENGUE PADA PELAJAR SEKOLAH DASAR DAERAH 3T DI KECAMATAN SUKAMULIA, LOMBOK TIMUR

  • Putra Suartha Mataram University
Keywords: DBD, Boardgame, Pengetahuan, Penyuluhan

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan permasalahan kesehatan utama didunia. Di provinsi NTB telah tercatat 1.608 kasus DBD pada tahun 2017. Salah satu kabupaten yang memiliki angka kejadian DBD yang cukup tinggi di NTB yakni di Kabupaten Lombok Timur. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Indonesia dalam menangani kasus DBD, salah satunya dengan mengintervensi anak SD. Dewasa ini, beberapa peneliti memiliki metode baru dalam memberikan penyuluhan kesehatan untuk anak-anak guna menanggulangi permasalahan DBD, yakni menggunakan boardgame. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektifitas penggunaan boardgame “Termosted” dalam meningkatkan pengetahuan terkait penyakit demam berdarah dengue pada anak sekolah dasar daerah 3T di Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur.

 

Metode: Penelitian ini memakai rancangan analitik komparatif tidak berpasangan dengan pendekatan eksperimental. Subjek pada penelitian ini adalah 64 siswa yang terdiri dari kelas 4 dan kelas 5 SDN 2 Dasan Lekong dan SDN 3 Dasan Lekong menjadi 2 kelompok yaitu kelompok boardgame “Termosted” dan kelompok penyuluhan. Pengambilan data dalam penelitian ini yakni menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah dilakukannya intervensi. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu hari.

 

Hasil: Pada nilai rata-rata ­pretest didapatkan hasil pa =0,005 yang artinya bahwa terdapat perbedaan bermakna nilai pengetahuan sebelum dilakukan intervensi sedangkan setelah dilakukan intervensi hasil pb =0,783 yang artinya tidak terdapat perbedaan signifikan antara nilai setelah dilakukannya intervensi pada kelompok boardgame dan kelompok penyuluhan. Berdasarkan selisih ­pre-post test pada kelompok boardgame dan kelompok penyuluhan didapatkan hasil pc =0,049 yang artinya bahwa terdapat perbedaan signifikan antara selisih pre-post test kelompok boardgame dan kelompok penyuluhan.

References

1. World Health Organization (WHO). Comprehensive Guidelines for Prevention and Control of Dengue and Dengue Heamorrhagic Fever. 2011.Tersedia di [Diakses pada 25 April 2019]
2. Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat (Dinkes NTB). Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2017. 2017. Tersedia di [Diakses pada 25 April 2019]
3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Situasi Penyakit Demam Berdarah di Indonesia Tahun 2017. 2018. Tersedia di [Diakses pada 23 April 2019]
4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Profile Kesehatan Indonesia Tahun 2017. 2018. Tersedia di [Diakses pada 23 April 2019]
5. Kemenkes RI. Petunjuk Teknis Jumantik - PSN Anak Sekolah. 2014. Tersedia di [Diakses pada 3 Januari 2020]
6. Kalra, S., Kaur, J., dan Sharma, S. Awareness of Dengue Fever Among School Children?: A Comparison Between Private and Government Schools. [e-journal] 26(04), pp.438-439. 2014. Tersedia di [Diakses pada 3 Januari 2020]
7. Sujariyakul, et al. Transmission of Dengue Haemorrhagic Fever: At home or school? dalam World Health Organization, Dengue Bulletin, 29(1) pp.32–40. 2005.
8. Suryani, D., Triani, E., dan Oktora, M. Pengembangan Prototipe Board Game Dengue untuk meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Praktik Anak Sekolah Dasar terhadap Demam Berdarah. Laporan Penelitian PNBP, Universitas Mataram. 2018.
9. Septiani, W. Pendekatan Kombinasi Metode AHP dan Metode Cut Off Point pada Tahap Analisis Keputusan Perancangan Sistem Informasi Penjualan PT.X. 2009. Tersedia di [Diakses pada 4 Juni 2019]
10. Lennon, J. L. and Coombs, D. W. The Utility of a Board Game for Dengue Haemorrhagic Fever Health Education. 2007. Tersedia di [Diakses pada 24 April 2019]
Published
2021-12-18