PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK JINTAN HITAM TERHADAP KADAR ENZIM SGOT DAN SGPT MENCIT YANG TERINFEKSI PLASMODIUM BERGHEI

  • Akbar Gazali Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Eustachius Hagni Wardoyo Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Muthia Cenderadewi Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

Abstract

Latar Belakang: Malaria masih merupakan masalah kesehatan di lebih dari 100 negara atau 41% penduduk dunia. Salah satu kendala pada pengobatan malaria yaitu peningkatan resistensi obat antimalaria konvensional sehingga dibutuhkan penemuan obat baru. Jintan hitam merupakan tumbuhan yang dapat digunakan sebagai antimalaria. Keadaan malaria dapat mempengaruhi kadar enzim penanda kerusakan jaringan salah satunya SGOT dan SGPT. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak jintan hitam terhadap kadar SGOT dan SGPT mencit yang terinfeksi Plasmodium berghei. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan penelitian Post-Test Only Control Group Design dengan menggunakan 6 kelompok mencit yang mengalami parasitemia terdiri atas 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok dengan pemberian ekstrak jintan hitam dengan dosis 2 µL/grBB, 3 µL/grBB, 5 µL/grBB, 6 µL/grBB dan 2 kelompok kontrol, yaitu kelompok kontrol positif dengan pemberian klorokuin 25mg/kgBB serta kelompok kontrol negatif dengan pemberian aquades. Sehari setelah pemberian perlakuan selama empat hari dilakukan pengambilan sampel darah intrakardiak untuk diukur kadar SGOT dan SGPT. Hasil: Pemberian ekstrak jintan hitam tidak memberikan pengaruh terhadap kadar SGOT dan SGPT mencit yang terinfeksi Plasmodium berghei yang dibuktikan dengan uji Kruskall-Wallis. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok pada nilai SGOT dan SGPT mencit yang terinfeksi Plasmodium berghei. Kata kunci: Ekstrak Jintan hitam, Plasmodium berghei, SGOT, SGPT.

References

1. Sugiyanto.2005. Pengalaman Program Pemberantasan Malaria di Propinsi Kalimantan Timur. Dalam Simposium Kontrol Malaria di Indonesia Pusat Penyakit Tropis. Universitas Airlangga; Surabaya: Media Pustaka.

2. Kurniawan, jefri, 2008. Analisis Faktor Risiko Lingkungan dan Perilaku Penduduk Terhadap Kejadian Malaria Di Kabupaten Asmat Tahun 2008. Semarang: Universitas Diponegoro. Available from: http://eprints.undip.ac.id/17976/1/Jeppry_Kurniawan.pdf (Accessed: 28 Mei, 2011).

3. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2005 : Gebrak Malaria,
Pedoman Tatalaksana Kasus Malaria Di Indonesia, Ditjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan, Edisi Kedua, 1-2, 15- 16.

4. WHO, 2001: Antimalarial Drug Combination Therapy, Report of a WHO
Technical Consultation. World Health Organization. Geneva.

5. Mustofa, 2009. Obat Antimalaria Baru: Antara Harapan dan Kenyataan,
Universitas Gajah Mada: Yogyakarta.

6. Djajeng, 2011. Pengaruh Pemberian Minyak Jintan Hitam (Nigella sativa) Dosis Bertingkat Terhadap Parasitemia Mencit yang Diinfeksi Plamodium berghei. Universitas Diponegoro: Semarang.

7. Tunru, S.I., Linda, W & Etty,W, 2012, ‘AntiMalaria Study of Nigella sativa L. Seed Water Extract in Mus musculus Mice Balb C Strain In Vivo’, Makara Journal of Science, vol.16, no.3, pp. 192-6.

8. Mahmoud et al, 2002. The effect of Nigella sativa oil against the liver damage induced by Schistosoma mansoni infection in mice. J Ethnopharmacol.

9. I.H. Garba, U. Gregory.2005. AST/ALT Ratio in Acute, Uncomplicated Falciparum Malaria Infection: Comparison In Relation To the AST/ALT Ratios in Diseases of the Liver. The Internet Journal of Anesthesiology. 2005 Volume 14 Number 2. DOI: 10.5580/2547.

10.John Hopskin University, 2013. Animal Care and Use Comitter. Available from: http://web.jhu.edu/animalcare/procedures/mouse.html. (Accesed: 20 Januari, 2014).

11.Marice dan Raflizar, 2010, Status Gizi dan Fungsi Hati Mencit (Galur CBS-Swiss) Dan Tikus Putih (Galur WIstar di Laboratorium Hewan Percobaan Puslitbang Biomedis dan Farmasi, Media Litbang Kesehatan
Volume XX Nomor 1.

12.Ali et al. 2008. Parasite Density and the Spectrum of Clinical Illness in Falciparum Malaria. Journal of the College of Physicians and Surgeons Pakistan

13.Fitch CD. Chloroquine Resistance in Malaria. Proc Natl Acad Sci USA;
(1986).64. 1181- 87.

14.Daubener, W., 1999. Interluekin-1 inhibit gamma interferon-induced bacteriostaisis in human uroepithelial cells. Infection and Immunity, 67:5615-5620.

15.Mahmood, M.S., A.H. Gilani, A. Khwaja, A.Rashid and M K. Ashfaq, 2003. The in vitro effect of aqueous extract of Nigella sativa seeds on nitric oxide production. Phytother Res., 17: 921– 924. Tjahjani S, Khie Khiong K. 2010. Potensi Buah Merah Sebagai Antioksidan dalam Mengatasi Malaria Berghei pada Mencit Strain. Majalah Kedokteran Indonesia, 2010, 60 (12): 572.
Published
2017-10-26
Section
Research