ANALISIS KADAR TIMBAL DALAM RAMBUT AKIBAT PAPARAN KRONIS PADA SOPIR KENDARAAN UMUM DI KOTA MATARAM

  • Nurul Hidayati Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Arfi Syamsun Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Muthia Cenderadewi Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Pencemaran logam berat, salah satunya timbal, dapat menimbulkan bahaya bagi makhluk hidup. Timbal dapat terakumulasi di dalam organ atau jaringan tubuh seperti otak, hati, ginjal, limpa, kuku, rambut, tulang, dan lain – lain dan merusak jaringan tersebut. Sopir merupakan salah satu kelompok yang berisiko tinggi terpapar oleh polusi timbal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat timbal di dalam rambut sopir kendaraan umum di Kota Mataram dan berapakah kadar timbal dalam rambut sopir kendaraan umum di Kota Mataram tersebut. Metode: Penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan cara potong lintang, melibatkan 60 orang sampel yang berprofesi sebagai sopir kendaraan umum yang telah bekerja sebagai sopir selama minimal 2 tahun. Hasil: Terdapat kadar timbal dalam rambut akibat paparan kronis pada sopir kendaraan umum di Kota Mataram dengan kadar rata – rata adalah 8,4085 μg/g dengan persentase 28,3% di atas normal dan 71,7% dalam batas normal. Simpulan: Terdapat kadar timbal dalam rambut akibat paparan kronis pada sopir kendaraan umum di Kota Mataram dengan kadar rata – rata 8,4085 μg/g dengan persentase 28,3% di atas normal dan 71,7% dalam batas normal. Kata Kunci: Timbal, paparan kronis, sopir

References

1. Almatsier, Sunita. (2005). Prinsip Dasar Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

2. Chahaya S Indra, dkk. (2005). Kadar Timbal (Pb) dalam Spesimen Darah Tukang Becak Mesin di Kota Pematang Siantar dan Beberapa Faktir yang Berhubungan. Majalah Kedokteran Nusantara. Vol.38. no. 3. Available from: respiratory.usu.ac.id/…/mkn-sep2005-%20(3).pdf. (Accessed on: February, 10th 2013)

3. Departemen Kesehtan Republik Indonesia (Depkes RI). (2001), “Prameter Pencemar Udara dan Dampaknya terhadap Kesehatan”, (Depkes RI), Available at http://www. depkes.go.id. (Accessed on:
February 20th 2013)

4. Dinas Perhubungan Kota Mataram. (2013). Perhubungan Komunikasi
Informatika dalam Angka. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika
Kota Mataram, Indonesia

5. Gusnita, Dessy. (2012). “Pencemaran Logam Berat Timbal (Pb) di Udara dan Upaya Pengahpusan Bensin Bertimbal”, Berita Dirgantara: Peneliti Bidang Komposisi Atmosfer LAPAN, Vol. 13, No. 3, pp. 95 – 101, Available from: http://jurnal.lapan.go.id/index.php/berita_dirgantara/article/viewFile/1718/1553 (Accessed on: Maret 21th 2013)

6. Hardman, Joel G & Limbird, Lee E. (2007). Goodman & Gilman Dasar Farmakologi Terapi. Edk.10. Jakarta: EGC

7. Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB). (2008), “Dampak Pemakaian Bensin Bertimbal dan Kesehatan”, (KPBB), Available from: http://www.kpbb.org/makalah_ind/Dampa %20Pemakaian%20Bensin %20Bertimbel%20dan%20Kesehatan.pdf. (Accessed on: February 20th 2013)

8. Palar, Heryando. (2008). Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Edk.4. Jakarta: Rineka Cipta

9. Sastroasmoro, S & Ismael. (2008). Dasar – Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Edk.3. Jakarta: Sagung Seto

10.Sofia, Rilnia Metha. (2013). Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kadar Timbal dalam Darah Pegawai Dinas Perhubungan di Pulau Lombok. Mataram. Fakultas Kedokteran Universitas Mataram.

11.Subagiada, Kadek. (2011). Penentuan Kadar Timbal (Pb) dengan Bioindikator Rambut pada Pekerja SPBU di Kota Samarinda. Mulawarman Scientifie, Vol. 10. No. 2. Available from: http://fmipa.unmul.ac.id/pdf/18. (Accessed on: June 25th 2013)

12.Suciani, Sri. (2007). Kadar Timbal dalam Darah Polisi Lalu Lintas dan Hubungannya dengan Kadar Hemoglobin. Semarang. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro. Available from: http://eprints. undip.ac.id/15877/1/Sri_Suci ani.pdf (Accessed on: February, 15th
2012).
Published
2017-10-26
Section
Research