DAYA GUNA PARASETAMOL DIBANDINGKAN PLASEBO DALAM MENGATASI NYERI

  • Akhada Maulana Departemen Urologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, RSCM Jakarta
  • Prawito Singodimedjo Sub Bagian Urologi, Bagian Bedah, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Abstract

Tujuan Penelitian: Mengetahui daya guna parasetamol dalam mengatasi nyeri saat dilakukan penglepasan kateter uretra pada pasien yang terpasang kateter dibandingkan dengan plasebo. Bahan dan Cara: Penelitian ini adalah uji klinis secara acak terkontrol tersamar ganda pada 26 orang pasien pria terpasang kateter uretra, yang dibagi dalam dua kelompok. Kelompok 1 terdiri dari 13 orang diberikan parasetamol tablet 500 mg dan kelompok 2 terdiri dari 13 orang diberikan plasebo. Pasien akan dinilai persepsi nyerinya dengan Visual Analog Scale saat dilepas kateternya, kemudian dianalisa statistik dengan menggunakan independent T-Test. Hasil Penelitian: Umur pasien pada kedua kelompok tidak berbeda bermakna. Persepsi nyeri pada kedua kelompok adalah ringan. Tidak terdapat perbedaan bermakna persepsi nyeri pada kedua kelompok saat dilakukan penglepasan kateter uretra (p = 0,759). Simpulan: Pemberian parasetamol tidak mengurangi nyeri secara bermakna diandingkan plasebo saat dilakukan penglepasan kateter uretra. Kata Kunci: Penglepasan kateter uretra, nyeri, visual analog scale, parasetamol, placebo.

References

1. Ashbum MA, and Staats PS. 1999 Management of chronic pain. The lancet 1865-1869

2. Carter, HB, Chan, DY, 2007. Basic instrumentation and cystoscopy in Wein, AJ, et al (eds.) Campbell-Walsh Urology, 9th ed. Saunders Elseviers, Philadelphian, p : 161-4

3. Kertia, NY, dan Nurdjanah, S, 2006. Pengaruh fisioterapi terhadap perbaikan rasa nyeri terhadap osteoarthritis lutut yang mendapat terapi parasetamol. BIK, hal : 79-88

4. Kis B, Snipes JA, Busija DW (2005). “Acetaminophen and and the cyclooxygenase-3 puzzle: sorting out facts, fictions, and uncertainties”. J. Pharmacol. Exp. Ther. 315 (1):1-7. DOI:10.1124/jpet.105.085431. PMID 15879007.

5. Losser J.D. and Melzach R. 1999 Pain: an overview The Lancet 1607-1609.

6. Lwanga, S. K. and Lemeshow, S. 1991. Two samples situation. In S. K. Lwanga and S. Lemeshow. Samples size determination in health studies. A practical manual: 6-8 Geneva: WHO.

7. McQuay H., Moore A., Justins D. 1997. Clinical Review Fortinightly review: Treating acute pain in hospital. BMJ; 314: 1531 (24 May). File://c:\Documents and
setting\HP 08/07/2008

8. Sokka, T., 2003. Assessment of Pain in Patients with Rheumatic Disease. Best Pract Res Clin Rheumatol. 17:427-49.

9. The American Heritage Stedman’s Medical Dictionary, 2nd Edition, Houghton Mifflin, 2004. Cited online at medical-dictionary. The free dictionary. Com

10.Wilmana, PF (1995). “Analgesik-Antipiretik Analgesik Anti-Inflamasi Nonsteroid dan Obat Pirai” dalam Ganiswarma, SG (eds.): Farmakologi dan Terapi. Penerbit Fakultas Kedokteran UI Jakarta. 4:207-22.
Published
2017-10-27
Section
Research