Gambaran Konsumsi Garam Iodium dan Kadar Iodium Urin pada Anak Sekolah Dasar di Pulau Lombok

Authors

  • Ardiana Ekawanti Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Ima Arum Lestarini Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Rifana Cholidah Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Prima Belia Fathana Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Eka Arie Yuliyani Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.29303/jku.v5i3.297

Keywords:

konsumsi garam iodium, anak SD, median iodium urine, iodium urine excretion

Abstract

Pendahuluan: Defisiensi iodium masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Dari pemeriksaan iodium yang diekskresikan melalui urine, didapatkan defisiensi iodium pada 36,4% anak di seluruh dunia, dan daerah Asia Tenggara didapatkan 39,8% anak usia sekolah mengalami defisiensi iodium. Nusa Tenggara Barat adalah provinsi dengan konsumsi garam iodium yang terendah di seluruh Indonesia dan belum ada penelitian tentang kadar iodium urin dan factor yang mempengaruhinya.

Tujuan: Mencari data dasar tentang epidemiologi defisiensi iodium , selain itu penelitian ini juga bisa memberi manfaat tentang gambaran kadar iodine masyarakat secara umum..

Metode: Rancangan penelitian ini adalah rancangan potong lintang dengan populasi terjangkau kelas 5 dan 6 siswa SD di dataran rendah dan dataran tinggi Pulau Lombok. Faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi garam didapatkan dengan menggunakan kuesioner. Kadar iodium urin dinyatakan dengan median iodium urin yang didapatkan dengan menggunakan metode acid digestion.

Hasil: Median iodium urin di dataran rendah didapatkan 218 mg/L dan di dataran tinggi 236 mg/L. Iodium Urine Excretion di dataran rendah dan tinggi juga menunjukkan kecukupan tingkat konsumsi garam iodium.

Kesimpulan: Median iodium urin di dataran rendah didapatkan 218 mg/L dan di dataran tinggi 236 mg/L. Iodium Urine Excretion di dataran rendah dan tinggi juga menunjukkan kecukupan tingkat konsumsi garam iodium.

References

1. Vitti P, Delange F, Vincera A, Zimmermann M, JT D. Europe is Iodine Deficient. Lancet. 2003;p. 361:1226.

2. Anonim. NTB Dalam Angka. NTB Post;.

3. Kartono D, Mulyantoro D. Asupan Iodium Anak Usia Sekolah di Indonesia. Gizi Indonesia. 2010;33(1):8–19.

4. Zimmermann MB. Iodine Deficiency. End J. 2009;30(4):376:408.

5. Gowachirapant S, Winichagoon P, Wyss L, Tong B, Baumgartner J, Bonstra A, et al. Urinary Iodine Concentration Indicate Iodine Deficiency in Pregnant Thai Women but Iodine Sufficiency in their SchoolAged Chidren. The Journal of Nutrition. 2009;.

6. Ristic-Medic D, Piscackova G, Hooper L, Ruprich J, Casgrain A, Ashton K, et al. Method of Assessment of Iodine Status in Human. Am J ClinNutr. 2009;89suppl:2052S–69S.

7. Organization WH. Urinary Iodine Concentration for Determining Iodine Status in Population. WHO Geneva. 2013;.

8. Sartini DN. Hubungan Antara Ekskresi Iodium Urin dan Ekskresi Tiosianat Urin dengan Total Goiter Rate. Semarang: Universitas Diponegoro. 2012;.

9. Organization WH. Global Prevalens of Iodine Deficiency Disorders. div Indonesia WHO Nutrition Div Geneva. 2006;.

Published

2018-12-16

How to Cite

Ekawanti, A., Lestarini, I. A., Cholidah, R., Fathana, P. B., & Yuliyani, E. A. (2018). Gambaran Konsumsi Garam Iodium dan Kadar Iodium Urin pada Anak Sekolah Dasar di Pulau Lombok. Jurnal Kedokteran, 5(3), 12. https://doi.org/10.29303/jku.v5i3.297

Issue

Section

Research

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 > >>