Perbedaan Hasil Pengukuran Kadar Kolesterol LDL antara Metode Direk dan Indirek dengan Menggunakan Perhitungan Rumus Friedewald pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus)

Authors

  • Ahia Zakira Rosmala Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • I Gede Yasa Asmara Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Ida Ayu Eka Widiastuti Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.29303/jku.v6i3.1.262

Keywords:

Metode direk, rumus Friedewald, kolesterol LDL

Abstract

Latar Belakang: Metode direk merupakan metode yang akurat dan dapat langsung digunakan untuk pemeriksaan kadar kolesterol LDL. Metode indirek dengan rumus Friedewald merupakan metode yang lebih sering digunakan karena sederhana dan harganya yang lebih murah daripada metode direk. Sering kali dalam suatu penelitian yang menggunakan tikus putih sebagai hewan uji coba, perhitungan rumus Friedewald dilakukan tanpa mengetahui apakah rumus tersebut dapat digunakan atau tidak pada tikus putih.

Tujuan: Mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara hasil pengukuran kadar kolesterol LDL antara metode direk dan indirek dengan menggunakan rumus Friedewald pada tikus putih (Rattus norvegicus)

Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian potong lintang atau cross sectional. Rancangan penelitian ini adalah penelitian yang pengukuran dan pengamatannya dilakukan secara simultan dalam satu waktu (pada waktu yang bersamaan). Sampel yang digunakan diambil melalui intrakardial. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan hasil pengukuran dengan metode direk dan rumus Friedewald.

Hasil: Nilai rerata dari hasil pengukuran kolesterol LDL dengan menggunakan metode direk adalah 19.08 ± 6.34 mg/dl dan nilai rerata dengan rumus Friedewald adalah 6.19 ± 3.95 mg/dl. Pada pemeriksaan dengan metode direk didapatkan hasil minimal 10,0 mg/dl dan maksimal 40,0 mg/dl. Adapun hasil minimal dengan rumus Friedewald adalah 1,0 mg/dl dan hasil maksimal 14,0 mg/dl.

Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil pengukuran kadar kolesterol LDL antara metode direk dan indirek dengan menggunakan rumus Friedewald pada tikus putih (Rattus norvegicus).

References

1. Widianto, K.E., Thio, Feny, Indahwaty. Perbandingan nilai low-density lipoprotein cholesterol (LDL-C) indirek dengan direk pada kadar trigliserida <200 mg/dL dan antara 200-400 mg/dL. 2013. [online]. Available at: http://repository.maranatha.edu/12266/

2. Nauck, M., G.R. Warnick, dan N. Rifai. Methods for measurement of LDL-Cholesterol: a critical assessment of direct measurement by homogeneous assays versus calculation. Clinical chemistry. 2002 Feb;48(2):236–254. [online]. Available at: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11805004

3. Knopfholz, J., C.C.D. Disserol., A.J. Pierin, F.L. Schirr, and others. Validation of the friedewald formula in patients with metabolic syndrome. Hindawi. 2014 Feb 6:1-5. [online]. Available at: http://www.hindawi.com/journals/cholesterol/2014/261878/

4. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. 2013. Pedoman Tatalaksana Dislipidemia. 1st ed. Centra communications. Jakarta

5. Sudha, K., A. Prabhu, K. Kumar, A. Marathe, dan A. Hegde. Validation of the friedewald formula in type II diabetes mellitus. International journal of biomedical and advance research. 2015 Mar 4;6(2):103-106. [online]. Available at: http://eprints.manipal.edu/142090/

6. Widiartini, W., E. Siswati, A. Setiyawati, I.M. Rohmah, dan E. Prastyo. Pengembangan usaha produksi tikus putih (Rattus norvegicus) tersertifikasi dalam upaya memenuhi kebutuhan hewan laboratorium. 2013. [online]. Available at: http://artikel.dikti.go.id/index.php/PKMK/article/download/149/150.

7. Anwar, M., D.A. Khan, F.A. Khan. Comparison of friedewald formula and modified friedewald formula with direct homogeneous assay for low density lipoprotein cholesterol estimation. J Coll Physicians Surg Pak. 2014 Jan;24(1):8-12. [online]. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24411534

8. Cordova, C.M., C.R. Schneider, I.D. Juttel, M.M. Cordova. Comparison of LDL-cholesterol direct measurement with the estimate using the friedewald formula in a sample of 10,664 patients. Arq Bras Cardiol. 2004 Dec;83(6):482-7. [online]. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15654445

9. Muniz, F.J., S. Bastida. Do not use the friedewald formula to calculate LDL-Cholesterol in hypercholesterolaemic rats. European journal of lipid science and technology. 2008 Mar 13;110(4):295-301. [online]. Available at: http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/ejlt.200700280/full

10. Senti, M., J. Pedro-botet, X. Noques, J. Rubies-Prat. Influence of intermediate-density lipoproteins on the accuracy of the friedewald formula. Clin chem. 1991 Aug;37(8):1394-7. [online]. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/1868600

11. Dahlan M.S. 2013. Besar Sampel dan Cara Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Edisi 3. Jakarta: Salemba Medika.

12. Widiastuti. Perbedaan kadar LDL kolesterol metode direk dengan formula Friedewald pada penderita diabetes melitus. 2003. [online]. Available at: http://eprints.undip.ac.id/12301/.

Published

2017-11-28

How to Cite

Rosmala, A. Z., Asmara, I. G. Y., & Widiastuti, I. A. E. (2017). Perbedaan Hasil Pengukuran Kadar Kolesterol LDL antara Metode Direk dan Indirek dengan Menggunakan Perhitungan Rumus Friedewald pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus). Jurnal Kedokteran, 6(3.1). https://doi.org/10.29303/jku.v6i3.1.262

Issue

Section

Research