Hubungan Kejadian Kecacingan dengan Anemia Defisiensi Besi pada Anak-Anak Pengrajin Gerabah di Lombok Barat

Authors

  • Ruth Christina Wibowo Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Yudhi Kurniawan Fakultas Kedoteran Universitas Mataram
  • Eva Triani Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.29303/jku.v8i3.350

Keywords:

helminthiasis, anaemia of iron deficiency, childern of pottery craftsman

Abstract

Research Background: Helminthiasis, especially Soil Transmitted Helminths (STH), is a health problem globally. The high number of helminthiasis on children is caused by many factors, especially demographic factor. Helminthiasis leads to disorders of intake, intestine, absorption, and metabolism. Iron Deficiency Anemia (IDA) is one of disorders caused by helminthiasis. IDA itself could cause failure to thrive on children. This concerns research to know the relationship between helminthiasis and IDA on children of pottery craftsman in West Lombok, especially in SMPN 2 Kediri.

Methods: This research exerted analytic descriptive research method and cross sectional approaches. The research data was employed through questionnaire that shared to the students. The subjects of research were taken from 50 students of 7th and 8th class of SMPN 2 Kediri, West Lombok. The data analysis employed Chi-Square statistic test and SPSS 23,0.

Research Goals: This research goals showed that the students who were positively infected by intestinal worm 17 students (34%). Worms infecting the students are Trichuris trichiura in 10 students (58,82%), followed by Enterobius vermicularis, Ascaris lumbricoides, Ancylostoma duodenale, an\d a mix of Trichuris trichiura and Ascaris lumbricoides. Factors that is related with this helminthiasis are wearing footwear habit with P value <0,05 and biting nails habit with P value <0,05. Four students (8%) are suffering IDA. This helminthiasis has a meaningful relationship with IDA with P value <0,05.

Conclusion: It was indicated interrelation between the incident of intestinal worm and iron deficiency anaemia in SMPN 2 Kediri, West Lombok.

References

1. Pullan, R.L., Smith, J.L., Jasrasaria, R., dkk. 2014. Global numbers of infection and disease burden of soil transmitted helminth infections in 2010. Parasites & Vectors, 7(1), pp. 1–19.
2. World Health Organization. 2016. Soil-Transmitted Helminth Infections. Dapat diunduh di: <http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs366/en/> [Diakses pada tanggal: 12 Desember 2018].
3. Damanik, dkk. 2014. Sanitation of house and school, personal hygiene and infection of Soil Transmitted Helminths (STH) among elementary school students. International Journal of Public Health Science (IJPHS), 3 (1), pp. 43-50.
4. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2015. Profil Kesehatan Indonesia 2014 [pdf]. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Dapat diunduh di: <http://www.depkes.go.id> [Diakses pada tanggal: 30 Desember 2018].
5. Kemenkes, RI. 2012. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012. Jakarta: BPS.
6. Badan Pusat Statistik NTB. 2015. NTB dalam Angka 2015 [pdf]. NTB: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi NTB. Dapat diunduh di: <http://bappeda.ntbprov.go.id/data-dan-informasi/ntb-dalam angka/ntbdalam-angka-2015/> [Diakses pada tanggal: 28 Desember 2018].
7. Andaruni, A. 2012. Gambaran Faktor-Faktor Penyebab Infeksi Cacingan pada Anak di SDN 01 Pasirlangu Cisarua. Students e-Journal, 1(1), 28.
8. Cahyani, A.D., 2009. Hubungan Antara Kadar Hemoglobin Dengan Prestasi Belajar pada Siswa SD N Kartasura 1, 4 dan 6 di Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo.Program Studi III Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dapat diunduh di: <http://etd.eprints.ums.ac.id/6187/1/J300050014.pdf> [Diakses pada tanggal: 28 Desember 2018].
9. Arief, M. 2004. Pengantar Metodologi Penelitian Untuk Ilmu Kesehatan. In Klaten Selatan: CSGF (The Community of Self Help Group Forum).
10. Dahlan, S.M. 2013. Besar Sampel dan Cara Pengambilan Sampel. Jakarta: Salemba Medika.
11. Notoatmodjo, S., dan Kesehatan, P. 2005. Promosi Kesehatan: Teori dan Aplikasi. Jakarta:Penerbit Rineka Cipta.
12. ---. 2018. Keputusan Gubernur NTB Nomor 561-938 Tahun 2017 Tentang Upah Minimum Kabupaten Lombok Barat.
13. Hasyim, N., Mayulu, N., dan Ponidjan, T. 2013. Hubungan kecacingan dengan anemia pada siswa sekolah dasar di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Jurnal Keperawatan, 1(1). Dapat diunduh di: < https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/view/2218>. [Diakses pada tanggal: 9 September 2019].
14. Indriyati, L., dan Sembiring, W. S. R. 2018. Pengaruh infeksi hookworm terhadap kadar hemoglobin penambang intan. JHECDs: Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases, 4(1), 1-6. Dapat diunduh di: <https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/jhecds/article/view/313/515>. [Diakses pada tanggal: 9 September 2019].
15. Faridan, K., Marlinae, L., dan Audhah, N. A. 2013. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecacingan pada siswa Sekolah Dasar Negeri Cempaka 1 Kota Banjarbaru. Jurnal Buski, 4(3). Dapat diunduh di:<http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/buski/article/view/3229/3320> [Diakses pada tanggal: 9 September 2019].
16. Pertiwi, A. C., Ane, R. L., dan Selomo, M. 2013. Analisis Faktor Praktik Hygiene Perorangan Terhadap Kejadian Kecacingan Pada Siswa Sekolah Dasar Di Pulau Barrang Lompo Kota Makassar Tahun 2013. Makkasar. UNHAS. Dapat diunduh di: <http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/6090/jurnal.pdf?sequence=1>. [Diakses pada tanggal: 9 September 2019].
17. Sandy, S., dan Irmanto, M. 2014. Analisis model faktor risiko infeksi cacing gelang (Ascaris lumbricoides) pada siswa SD di Distrik Arso Kabupaten Keerom Papua. Jurnal Buski, 5(1). Dapat diunduh di: <https://media.neliti.com/media/publications/21398-ID-analisis-model-faktor-risiko-infeksi-cacing-gelang-ascaris-lumbricoides-pada-mur.pdf> [Diakses pada tanggal: 9 September 2019].

Published

2019-09-27

How to Cite

Wibowo, R. C., Kurniawan, Y. ., & Triani, E. (2019). Hubungan Kejadian Kecacingan dengan Anemia Defisiensi Besi pada Anak-Anak Pengrajin Gerabah di Lombok Barat. Jurnal Kedokteran, 8(3), 27. https://doi.org/10.29303/jku.v8i3.350

Issue

Section

Research