Karakteristik Pasien Atrial Fibrilasi Pada Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Periode Januari 2015 Hingga Januari 2016

Authors

  • Yos Akbar Irmansyah universitas mataram
  • Yusra Pintaningrum

DOI:

https://doi.org/10.29303/jku.v9i3.429

Keywords:

Atrial Fibrilasi, insidensi, prevalensi, valvular, non valvular

Abstract

Latar Belakang: Atrial fibrilasi (AF) merupakan disritmia yang paling sering ditemukan dan kini menjadi masalah kesehatan masyarakat yang telah mencapai proporsi epidemik di beberapa negara. AF memiliki nilai insidensi yang cukup stabil, yaitu sekitar 1-2%, dimana insidensi ini bertambah seiring dengan bertambahnya usia, dan diketahui lebih banyak terjadi pada populasi perempuan. Kurangnya data yang tersedia terutama dalam menjelaskan angka prevalensi dan insidensi AF terutama pada negara-negara berkembang seperti Indonesia pada umumnya, dan khususnya di wilayah kerja RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Tujuan: Tujuan penelitian ini ialah untuk melihat gambaran karakteristik penyakit AF yang ada di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat selama 1 Januari 2015 hingga 31 Januari 2016.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observational deskriptif dengan desain cross sectional. Data yang digunakan merupakan data sekunder dan terdiri atas dua jenis data (registrasi elektronik dan rekam medik tertulis). Data yang dikumpulkan termasuk total kunjungan pasien rawat jalan poliklinik jantung, total kunjungan pasien AF, dan karakteristik pasien AF yang terdiri atas usia, jenis kelamin, dan kejadian stroke. Data tersebut kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik.

Hasil: Prevalensi AF selama 1 tahun sebesar 0,37%, dengan insidensi 46/100,000 pada laki-laki dan 64,4/100.000 pada perempuan. Dari 51 rekam pasien AF, didapatkan 62,7% pasien perempuan dan 37,3% pasien laki-laki. Berdasarkan hasil ekokardiografi sebanyak 33,3% disebabkan oleh tipe valvular dan 17,6% lainnya ialah non-valvular dengan rata-rata usia tiap kelompok 50,41 ± 13,20 dan 51,78 ± 14,35. Riwayat kejadian stroke ditemukan sebesar 25,4% pada pasien AF dan lebih tinggi pada pasien berjenis kelamin perempuan.

References

1. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar: 3.5. Penyakit Tidak Menular, Bagian Jantung. Jakarta: Kemenkes RI. 2013. Hal. 83, 90-91.
2. Jonathan et al. Incidence and Prevalence of Atrial Fibrillation and Associated Mortality Among Medicare Beneficiaries: 1993–2007. Journal of Circulation Cardiovascular Quality Outcomes. United States: AHA. 2012. 5: 85-93.
3. Miyasaka et al. Incidence and mortality risk of congestive heart failure in atrial fibrillation patients: a community-based study over two decades. The European Society of Cardiology. United Kingdom: European Heart Journal. 2006. 27: 936–941.
4. Elad Anter et al. Contemporary Reviews in Cardiovascular Medicine: Atrial Fibrillation and Heart Failure Treatment Considerations for a Dual Epidemic. American Heart Association. Philadelphia: AHA Published. 2009; 119:2516-2525.
5. Aldhoon et al. Associations Between Cardiac Fibrosis and Permanent Atrial Fibrillation in Advanced Heart Failure. Institute of Physiology, Academy of Sciences of the Czech Republic. Paraguay: Physiology Research. 2013: 62: 247-255.
6. Panos E, Hercule S. Atrial Fibrillation and Heart Failure. Hellenic Journal of Cardiology. Greece: HJC Published. 2004; 45: 277-281.
7. PERKI. Pedoman Tatalaksana Fibrillasi Atrium. Perhimpunan Spesialis Kardiovaskuler Indonesia. Jakarta: Centra Communication. 2014; Hal. 11, 31-35.
8. Jan Heeringa. Epidemiology of atrial fibrillation in the general population, Chapter 2: Prevalence, incidence and lifetime risk of atrial fibrillation. Erasmus Universiteit Rotterdam. Rotterdam. 2009. Pp. 21-25.
9. Johannes et al. Original Research: Estimating the prevalence of atrial fibrillation in a general population using validated electronic health data. Journal of Clinical Epidemiology. Sweden: Dovpress. 2013:5 475–481.
10. Craig T et al. 2014 AHA/ACC/HRS Guideline for the Management of Patients With Atrial Fibrillation. Journal of American College of Cardiology. Unite States: AHA. 2014; 64(21): e6-35.
11. David C, Stefen O, Christine M. Reviewed Article: Epidemiology of Atrial Fibrillation. Swiss Medical Weekly. Switzerland: Swiss Med Published. 2009; 139(25-262): 346-52.
12. Christine R, Valerie P, Samy S. Original Research: Incidence, Mortality, and Sex Differences of Non Valvular Atrial Fibrillation: A Population-Based Study. American Heart Association. United States: AHA Published. 2014; 1-7.
13. Mardy et al. Clincal Research: Anticoagulation in women with non-valvular atrial fibrillation in the stroke prevention using an oral thrombin inhibitor (SPORTIF) trials. European Heart Journal. Denmark: EHJ Med Published. 2006; 27:1947–1953.
14. Mellanie T Hills. Gender Matters: Atrial Fibrillation (AFib) is More Fatal for Women. EP Lab DIGEST. Texas: HMP Communication Published. 2013; 13(3): 34-37.
15. David et al. Circulation Topic Review: An Update on the Prognosis of Patients With Atrial Fibrillation. American Heart Association. United States: AHA Journal Published. 2012; 126:e143-e146.
16. Roy D, Talajic M, Dorian P, et al. Amiodarone to prevent recurrence of atrial brillation. Canadian Trial of Atrial Fibrillation Investigators. N Engl J Med. 2000;342(13):913-920.
17. Yavuzer K. Non Valvular Atrial Fibrillation: The Overlooked Concepts and Challenges of Novel Oral Anticoagulants. Journal of Cardiology & Clinical Research. Turkey: Science Med Central. 2014; 2(3):1029-34.
18. Patel et al. Rivaroxaban versus warvarin in nonvalvular atrial fibrillation. New English Journal Medicine. England: NEJM Published. 2011; 365:883-81.
19. Rajiv et al. Review Article: Comparison of Atrial Fibrillation in the Young versus That in the Elderly: A Review. Journal of Cardiology Research and Practice. United Kingdom: Hindawi Publishing Corporation: 2012; 1-8.
20. Odum LE, Cochran KA, Aistrope DS, Snella KA. The CHADS2 versus the new CHA2DS2- VASc scoring systems for guiding antithrombotic treatment of patients with atrial brillation: review of the literature and recommendations for use. Pharmacotherapy. 2012;32(3):285-296.
21. Subramanian G, Silva J, Silver FL, Fang J, Kapral MK, Oczkowski W, Gould L, O’Donnell MJ. Risk factors for posterior compared to anterior ischemic stroke: an observational study of the Registry of the Canadian Stroke Network. Neuroepidemiology. 2009;33:12–16.
22. Turhan N, Atalay A, Muderrisoglu H. Predictors of functional outcome in first-ever ischemic stroke: a special interest to ischemic subtypes, comorbidity and age. NeuroRehabilitation. 2009;24:321–326.
23. Watson T, Shantsila E, Lip GY. Mechanisms of thrombogenesis in atrial fibrillation: Virchow’s triad revisited. Lancet. 2009;373:155–166.

Downloads

Published

2020-10-18

How to Cite

Irmansyah, Y. A., & Pintaningrum, Y. (2020). Karakteristik Pasien Atrial Fibrilasi Pada Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Periode Januari 2015 Hingga Januari 2016. Jurnal Kedokteran, 9(3), 229–237. https://doi.org/10.29303/jku.v9i3.429

Issue

Section

Research

Most read articles by the same author(s)