Perbedaan Hasil Pengukuran Kadar Kolesterol LDL antara Metode Direk dan Indirek dengan Menggunakan Rumus Friedewald pada Tikus Putih (Rattus norvegicus)

Penulis

  • Ahia Zakira Rosmala Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • I Gede Yasa Asmara Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
  • Ida Ayu Eka Widiastuti Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.29303/jku.v7i3.178

Kata Kunci:

Metode direk, rumus Friedewald, kolesterol LDL

Abstrak

Latar Belakang: Metode direk merupakan metode yang akurat dan dapat langsung digunakan untuk pemeriksaan kadar kolesterol LDL. Metode indirek dengan rumus Friedewald merupakan metode yang lebih sering digunakan karena sederhana dan harganya yang lebih murah daripada metode direk. Sering kali dalam suatu penelitian yang menggunakan tikus putih sebagai hewan uji coba. Perlu dibuktikan bahwa perhitungan rumus Friedewald dapat digunakan untuk menghitung kadar kolesterol LDL tikus putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signiï¬kan antara hasil pengukuran kadar kolesterol LDL antara metode direk dan indirek dengan menggunakan rumus Friedewald pada tikus putih (Rattus norvegicus).

Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian belah lintang mempergunakan tikus putih. Sampel darah tikus putih diambil melalui intrakardial. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan hasil pengukuran kadar kolesterol LDL dengan metode direk dan rumus Friedewald.

Hasil: Nilai rerata dari hasil pengukuran kolesterol LDL dengan menggunakan metode direk adalah 19,08 ± 6,34 mg/dL dan nilai rerata dengan rumus Friedewald adalah 6,19 ± 3,95 mg/dL. Pada pemeriksaan dengan metode direk didapatkan hasil minimal 10,0 mg/dL dan maksimal 40,0 mg/dL. Adapun hasil minimal dengan rumus Friedewald adalah 1,0 mg/dL dan hasil maksimal 14,0 mg/dL. Terdapat perbedaan yang signiï¬kan pada hasil pengukuran kadar kolesterol LDL antara metode direk dan indirek dengan menggunakan rumus Friedewald (p=0,000; Uji Wilcoxon).

Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signiï¬kan pada hasil pengukuran kadar kolesterol LDL antara metode direk dan indirek dengan menggunakan rumus Friedewald pada tikus putih (Rattus norvegicus).

Referensi

1. Widianto, K E T, Feny I. Perbandingan nilai lowdensity lipoprotein cholesterol (LDL-C) indirek dengan direk pada kadar trigliserida <200 mg/dL dan antara 200-400 mg/dL. Skripsi. 2013;Availablefrom: http://repository.maranatha. edu/12266/.

2. Nauck M, Warnick GR, Rifai N. Methods for measurement of LDL-cholesterol: a critical assessment of direct measurement by homogeneous assays versuscalculation. Clinicalchemistry.2002;48(2):236– 254. Available from: http://www.ncbi.nlm. nih.gov/pubmed/11805004.

3. Knopfholz J, Disserol CCD, Pierin AJ, Schirr FL, StreiskyL,TakitoLL,etal. Validationofthefriedewald formula in patients with metabolic syndrome. Cholesterol. 2014;2014.

4. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. Pedoman Tatalaksana Dislipidemia. 1st ed. vol; 2013.

5. Sudha K, Prabhu A, Kiran A, Marathe A, Hegde A. Validation of the Friedewald formula in type II diabetes mellitus: An Indian perspective study. Int J Biomed Adv Res. 2015;6:103–6. Available from: http://eprints.manipal.edu/ 142090/.

6. Widiartini W, Siswati E, Setiyawati A, Rohmah IM, Prastyo E. Pengembangan Usaha Produksi Tikus Putih (Rattus norvegicus) Tersertifikas dalam Upaya Memenuhi Kebutuhan Hewan Laboratorium. Program Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan. 2013;Available from: http://artikel.dikti.go.id/index. php/PKMK/article/download/149/150.

7. WidiastutiE. PerbedaanKadarLDL-KolesterolMetoda Direk dengan Formula Friedewald pada Penderita Diabetes Melitus. Program Pendidikan Pasca Sarjana Universitas Diponegoro; 2003. Available from: http://eprints.undip.ac.id/ 12301/.

8. Anwar M, Khan DA, Khan FA. Comparison of Friedewald formula and modified Friedewald formula with direct homogeneous assay for low density lipoprotein cholesterol estimation. J Coll Physicians Surg Pak. 2014;24(1):8–12. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/ pubmed/24411534.

9. Cordova CMMd, Schneider CR, Juttel ID, Cordova MMd. Comparison of LDL-cholesterol direct measurementwiththeestimateusingtheFriedewaldformula in a sample of 10,664 patients. Arquivos brasileiros de cardiologia. 2004;83(6):476–481. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih. gov/pubmed/15654445.

10. Sanchez-Muniz FJ, Bastida S. Do not use the Friedewald formula to calculate LDLcholesterol in hypercholesterolaemic rats. European journal of lipid science and technology. 2008;110(4):295–301. Available from: http://onlinelibrary.wiley.com/ doi/10.1002/ejlt.200700280/full.

11. Senti M, Pedro-Botet J, Nogues X, Rubies-Prat J. Influence of intermediate-density lipoproteins on the accuracy of the Friedewald formula. Clinical chemistry. 1991;37(8):1394–1397. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/ pubmed/1868600.

Unduhan

Diterbitkan

2018-09-28

Cara Mengutip

Rosmala, A. Z., Asmara, I. G. Y., & Widiastuti, I. A. E. (2018). Perbedaan Hasil Pengukuran Kadar Kolesterol LDL antara Metode Direk dan Indirek dengan Menggunakan Rumus Friedewald pada Tikus Putih (Rattus norvegicus). Baphomet University : Situs Slot Online Gacor Terbaik Hari Ini Server Thailand Gampang Maxwin 2024, 7(3), 1. https://doi.org/10.29303/jku.v7i3.178

Terbitan

Bagian

Penelitian